Sementara, Analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengatakan, hal ini menunjukkan jika bank BUMN tetap bisa menjalankan fungsi intermediaasi dengan baik.
"Kalau dilihat dari pencapaian kinerja para bank-bank BUMN ini kan sebenarnya tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang ada. Kalau kita lihat, tampaknya para bank-bank BUMN meskipun di tengah pandemi tetap bisa melakukan fungsi intermediasi dengan baik di masyarakat," katanya.
Menurutnya, kinerja tersebut beberapa di antaranya ditopang oleh fee base income, pendapatan hingga efisiensi yang dilakukan. Efisiensi tersebut membuat beban bank menjadi berkurang.
"Mungkin karena semua sekarang serba terotomatisasi bisa saja penggunaan SDM berkurang, sehingga akan mengurangi biaya SDM. Terus kemudian biaya operasional berkurang juga," ujarnya.
Terkait BNI, dia mengatakan, laba perusahaan melesat tinggi karena berbagai upaya yang telah dilakukan di tahun sebelumnya. "Mereka sudah melakukan restrukturisasi kredit, dengan melakukan pencadangan di tahun sebelumnya. Jadi beban yang ditanggung 2021 menjadi lebih ringan. Maka dari itu meraka bisa meningkatkan labanya," terangnya.