Share

Sri Mulyani: Semangat Indonesia Turunkan Emisi Karbon Luar Biasa

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 22 Februari 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 22 320 2551103 sri-mulyani-semangat-indonesia-turunkan-emisi-karbon-luar-biasa-OGO5vEuoL5.jpeg Semangat Indonesia turunkan emisi karbon sangat tinggi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi karbon sangat tinggi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa ekonomi hijau memiliki sejumlah peluang dan tantangan tersendiri.

Di sisi peluang, pertama persoalan climate change saat ini telah mulai disadari oleh beberapa kelompok masyarakat.

"Bahkan kita melihat semakin muda usia generasinya, mereka memiliki public awareness yang semakin tinggi," ujar Sri dalam Webinar Green Economy Outlook 2022 di Jakarta, Selasa(22/2/2022).

Salah satu survei yang dilakukan United Nations for Development Programme (UNDP) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa dua per tiga masyarakat global telah menganggap isu pemanasan global dan ancaman perubahan iklim merupakan isu prioritas dan mendesak yang harus segera dimitigasi.

"Ini menunjukkan suatu preferensi dan kesadaran yang sangat kuat, sehingga dia menjadi peluang bagi seluruh rakyat Indonesia dan dunia untuk berpikir dan mendesain bagaimana kita mentransformasikan ekonomi kita menuju transformasi ekonomi yang lebih ramah lingkungan, yang tidak mengotori dengan CO2 yang lebih banyak yang bisa menimbulkan ancaman perubahan iklim," jelas Sri.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa semua pihak harus menerjemahkan peluang itu, dan pada saat yang sama, tantangan untuk menjadi sebuah program bersama. Indonesia, baik dalam pertemuan Paris Agreement 2015 maupun pertemuan climate change di Glasgow 2021, telah menekankan bahwa Indonesia memiliki komitmen untuk ikut bersama negara-negara dunia untuk menurunkan emisi karbon.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

"Untuk Indonesia, kita menuangkannya dalam nationally determined contribution (NDC), suatu tekad untuk menurunkan CO2 menuju carbon neutral di tahun 2060. Bahkan, sebelumnya secara spesifik kita telah menyampaikan ingin menurunkan karbon sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan upaya dan dukungan internasional," sambung Sri.

Komitmen ini, kata dia, merupakan suatu komitmen yang luar biasa, karena Indonesia sebagai negara berkembang sebetulnya dalam hal ini memiliki kebutuhan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kegiatan ekonomi. Kedua kegiatan ini memang identik dengan kemungkinan menimbulkan adanya emisi karbon yang lebih banyak.

"Sehingga, untuk Indonesia, penting bagaimana kita mampu mendesain kebijakan untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan konsekuensi terhadap bertambahnya emisi karbon," ungkapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini