Share

Erick Thohir Tugasi Pertamina dan PLN Turunkan Emisi Karbon

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 09 Februari 2022 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 320 2544615 erick-thohir-tugasi-pertamina-dan-pln-turunkan-emisi-karbon-2JfVt73H2z.jpg Pertamina dan PLN Ditugasi Turunkan Emisi Karbon. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - Kementerian BUMN menitipkan harapan besar ke PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) yang mampu menurunkan emisi karbon atau merealisasikan net zero carbon emission pada 2060.

Secara agregat, setidaknya ada 7 BUMN yang terlibat dalam program net zero carbon emission. Mereka adalah Pertamina, PLN, Perum Perhutani, PT Semen Indonesia (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), MIND ID, PTPN III, dan PT Energy Management Indonesia (EMI), hingga PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).

Baca Juga: Transisi Energi Fosil ke EBT, Sri Mulyani Butuh Dana Besar

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mencatat Pertamina dan PLN memiliki berbagai program yang akan dan sudah diluncurkan tahun ini. Program ini bertujuan menekan emisi karbon di Tanah Air.

"Saya akan memilih tiga yang sangat penting dan saya pikir akan menjadi game changer utama dalam perubahan lingkungan ini yakni ekosistem kendaraan listrik, transisi EBT, hingga integrasi panas bumi," ujar Tiko dalam Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga: Arab Saudi Umumkan Pembangunan Kota "Zero-Carbon" di NEOM

Dalam ekosistem EV baterai, lanjut Tiko, Pertamina baru-baru ini mengintegrasikan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) atau Indonesia Battery Corporation. Bersama dengan beberapa mitra, IBC akan menjadi perusahaan kunci yang akan memfokuskan kembali bisnis Pertamina untuk mendapatkan bisnis baterai dan EV.

"Kami akan memproduksi dari hulu ke hilir produksi baterai yang diharapkan dapat beroperasi sekitar 2024 di Indonesia," ucap Tiko.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tak hanya itu, integrasi panas bumi di bawah Pertamina dan PLN dapat segera melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO. Kementerian BUMN, lanjut Tiko, juga fokus menghasilkan EBT dengan memulai pengembangan DME yang mana mengubah cadangan batubara Indonesia menjadi metana cair yang dapat menjadi sumber energi pengganti elpiji di masa depan.

"Jadi PLN saat ini sedang menyelesaikan program jangka panjang untuk memenuhi COP 26 yang targetnya pengurangan emisi batubara dan penggunaan energi batubara hampir nol pada 2060," tutur dia.

Tiko menyebut target tersebut sangat menantang. Karena itu, Kementerian BUMN dan PLN sudah mulai memetakan sumber energi yang akan menggantikan batu bara dan sedang mencoba menghentikan pembangkit listrik tenaga batu bara secara lebih sistematis dan cepat.

"Jadi, beberapa sumber energi baru akan terbarukan, Indonesia cukup kaya dengan potensi panas bumi, air, dan surya," sambung Tiko.

PLN saat ini juga tengah menghitung investasi yang diperlukan untuk sektor tersebut dan jenis insentif yang bisa diberikan pemerintah agar investor bisa bekerja sama dengan PLN untuk mengembangkan tiga sektor tersebut. Selain itu, lanjut Tiko, PLN juga sedang berupaya menerapkan teknologi carbon capture agar bisa dioperasikan dan selaras dengan program energi hijau seperti penanaman kembali dalam upaya mengurangi emisi di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini