Namun, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi terpangkas 88,8%, yang tersisa Rp197,08 miliar.
Pada total liabilitas terjadi penurunan sebesar 50% yaitu dari Rp2,7 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp1,4 triliun 31 Desember 2021. Hal tersebut utamanya berasal dari pelunasan pinjaman dari pemegang saham sehubungan penambahan modal melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
Selain itu, Perseroan juga melakukan pelunasan pinjaman bank jangka pendek sebagai langkah optimalisasi pengelolaan modal kerja Perseroan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.