Share

4 Fakta Harga Daging Sapi Mahal hingga Pedagang Mogok Jualan

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 26 Februari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 320 2553211 4-fakta-harga-daging-sapi-mahal-hingga-pedagang-mogok-jualan-2r6LJ1t6vF.jpg Fakta pedagang daging sapi mogok jualan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pedagang daging sapi berencana bakal menggelar aksi mogok jualan pada pekan depan di tanggal 28 Februari - 4 Maret 2022.

Aksi tersebut digelar karena harga daging sapi yang melambung naik.

Sehingga, pedagang daging sapi berharap dengan adanya aksi mogok ini pemerintah dapat membantu menurunkan harga agar kembali normal.

Dirangkum Okezone.com Sabtu (26/2/2022), berikut ini fakta-fakta seputar harga daging sapi yang mahal hingga pedagang bakal demo:

 BACA JUGA:5 Olahan Daging Sapi yang Tahan Lama Disimpan, Bersiap Harganya Bakal Mahal dan Langka!

1. Pedagang Mengeluh

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Mini, Bekasi Baharoni mengaku bingung dengan harga yang harus ditawarkan ke pembeli.

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi itu justru merepotkan dirinya dan pembeli.

"Harganya merangkak naik terus. Jadi mengantisipasinya repot. Pelanggan juga pada bingung, banyak yang ngeluh. Apalagi pedagang. Jadi kesepakatan bersama akhirnya kita mogok," jelasnya.

2. Pembeli Kecewa

Pembeli daging sapi kecewa dengan aksi mogok yang bakal dilakukan ini.

Menurut mereka, aksi mogok pedagang sapi itu akan menyusahkan mereka.

 BACA JUGA:Keluh Kesah Tukang Sate Dengar Pedagang Daging Sapi Mogok: Gimana Saya Jualannya?

Apalagi bagi pembeli yang ingin menjual kembali daging sapi tersebut.

Salah satu tukang sate bernama Anis yang sudah menjadi pelanggan tetap dari salah satu penjual daging sapi di Pasar Mini, Bekasi mengaku keberatan dengan harga daging yang tak kunjung turun dan aksi mogok tersebut.

"Ditambah ini katanya penjual dagingnya mau mogok seminggu. Gimana coba saya jualannya. Mau beli daging kemana. Mau makan apa saya kalau nggak jualan seminggu," ucapnya.

3. Nasib Tukang Bakso

Aksi mogok pedagang sapi itu pastinya akan berdampak ke banyak pihak.

Salah satunya, tukang bakso yang menggunakan daging sapi sebagai bahan utama olahan makanannya.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) berharap tidak semua pedagang daging sapi di Jabodetabek mogok berjualan.

Hal itu karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan daging sapi untuk kebutuhan makan harian maupun berjualan.

"Kami sedang mengkonsilidasikan supaya untuk tetap berdagang. Boleh mogok jualan, tapi saya minta jangan semuanya. Karena ini berkaitan dengan pihak ketiga. Seperti warteg, tukang baso dan pedagang lainnya," ujar Ketua Ikappi Abdullah Mansuri saat dihubungi media, Kamis (24/2/2022).

4. Stok Daging Aman hingga Mei 2022

Meski ramai kabar pedagang mogok jualan, Kementerian Pertanian justru menjamin ketersediaan stok daging dapi tercukupi hingga bulan Mei 2022.

Berdasarkan data dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah mengatakan, hasil pendataan dan verifikasi secara faktual data ketersediaan daging sapi/kerbau bulan Februari hingga Mei 2022 sebanyak 240.948,5 ton, sedangkan kebutuhan sebanyak 238.211,8 ton, sehingga masih ada surplus 2.736,7 ton.

Dia menambahkan, komposisi ketersediaan daging tersebut terdiri dari produksi sapi/kerbau lokal sebanyak 564.360 ekor atau setara daging 101.596,0 ton, sapi impor siap potong sebanyak 174.264 ekor atau setara daging 33.404,7 ton, daging sapi/kerbau beku impor sebanyak 105.947,8 ton.

“Ini artinya secara ketersediaan daging sapi/kerbau hingga bulan Mei tercukupi. Jadi ketersediaan daging sapi/kerbau untuk bulan Ramadan dan Idul Fitri aman”, ujar Nasrullah dalam keterangan resminya, Jumat (25/2/2022).

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini