Share

Minyak Goreng Langka, Ditimbun Ya?

Azhari Sultan, Okezone · Jum'at 25 Februari 2022 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 320 2553226 minyak-goreng-langka-ditimbun-ya-P8jkSsqs9s.jpg Minyak goreng Murah Langka di Pasar. (Foto: Okezone.com/Avirista)

JAMBI  - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi mencatat pasokan minyak goreng (migor) di Jambi mengalami kekurangan hingga 369 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi menuturkan, minyak goreng yang dibutuhkan seluruh masyarakat Jambi dalam satu minggu saat ini sekitar 830 ton.

Sedangkan pasokan yang ada saat ini, tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Belakangan ini, diketahui bahwa Jambi kekurangan sekitar 369 ton minyak goreng dalam satu pekannya.

Baca Juga: Minyak Dunia Meroket, Pertamina Naikkan Harga BBM?

"Kita kekurangan stok di Jambi. Ini ada sebesar 50% dari kebutuhan masyarakat kita saat ini. Stok minyak goreng yang ada saat ini hanya ada 461 ton tiap minggunya," ungkapnya, Jumat (25/2/2022).

Karena itu, masyarakat Jambi merasakan keheranannya atas terjadinya kelangkaan minyak goreng.

"Ini tak hanya terjadi di Jambi saja. Melainkan ini sudah permasalahan nasional. Ada apa sebenarnya ini? Kita belum tahu," ujarnya.

Baca Juga: Harga Minyak Kian Mahal Imbas Serangan Rusia ke Ukraina, Tembus USD101/Barel!

Terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi menyebutkan tidak menemukan penimbunan migor. Menurutnya, di sejumlah gudang memang mengalami kelangkaan produk saat ini.

Sedangkan satgas ketahanan pangan dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi sudah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak).

"Penimbunan tidak ada. Satgas ketahanan pangan dan Diretkrimsus Polda Jambi jalan terus. Indogrosir agak menipis," tutur Plt Kepala Disperindag Provinsi Jambi, Agus Sunaryo.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Menurutnya, jika minyak goreng dikumpulkan sampai lewat dari 3 bulan, dan tidak ada kegiatan distribusi, baru terindikasi adanya penimbunan.

"Boleh dikatakan penimbunan apabila stok melebih 3 bulan. Selagi di bawah itu bukan penimbunan. Yang jelas, kalau ada penimbunan, berarti tidak ada lalu lintas distribusi," tukas Agus.

Terkait adanya ritel Alfamart yang tidak memasok produk minyak goreng lokal, dia mengungkapkan, perusahaan itu memiliki standar dan kontrak tersendiri. Pemprov Jambi tidak bisa begitu saja melakukan intervensi pada perusahaan itu.

"Alfamart itu kan punya kontrak, dan punya standar. Tidak sembarang produknya," imbuhnya.

Untuk diketahui, selama Februari pasokan minyak goreng di Jambi berkisar 1.007 ton. Dengan rincian, 171 ton minyak goreng di Kota Jambi, 78 ton di Batanghari, 85 ton di Muarojambi, 85 ton di Tebo, 58 ton di Bungo.

Berikutnya, 10 ton di Sarolangun, 85 ton di Merangin, 337 ton di Tanjungjabung Barat, 55 ton di Tanjungjabung Timur, 24 ton di Kerinci, dan 18 ton minyak goreng di Kota Sungai Penuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini