Share

Pengumuman! Pedagang Daging Sapi Tak Jadi Mogok Jualan, Ini Alasannya

Antara, Jurnalis · Sabtu 26 Februari 2022 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 320 2553611 pengumuman-pedagang-daging-sapi-tak-jadi-mogok-jualan-ini-alasannya-qiyYyuCVI2.jfif Pedagang daging sapi tak jadi mogok jualan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pedagang daging sapi diumumkan tak jadi melaksanakan aksi mogok jualan pada pekan depan.

Melansir dari Antara, hal itu disampaikan oleh Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi.

Dia mengatakan, pemotong dan pedagang sapi di bawah organisasinya menyatakan tidak jadi mogok jualan karena tuntutan sudah dipenuhi oleh pemerintah.

"Kami bersama pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta anggota menyatakan tidak ada aksi mogok," katanya, Sabtu (26/2/2022).

 BACA JUGA:4 Fakta Harga Daging Sapi Mahal hingga Pedagang Mogok Jualan

Diketahui, kalau sebelumnya, JAPPDI ikut mendukung aksi mogok berdagang daging sapi tersebut.

Namun, setelah mendapat jalan keluar dan tuntutan terpenuhi maka JAPPDI akan tetap berjualan seperti biasa pada pekan depan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Kemudian, JAPPDI meminta pemerintah untuk mengintervensi adanya fluktuasi harga daging sapi yang mengalami kenaikan sejak Desember 2021 hingga Februari 2022.

"Pertama, kelangkaan pasokan karena memang pasokan, kalau mengandalkan sapi impor itu memang kurang. Oleh karena itu, dikerahkan sapi lokal untuk didatangkan ke Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek)," jelasnya.

 BACA JUGA:Siap-Siap Langka! Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan 5 Hari

Bahkan, pedagang daging sapi dalam hal ini memandang bahwa kenaikan harga pada level 5 persen adalah masih wajar.

Namun, yang terjadi saat ini adalah kenaikan hingga 15 persen di tingkat pemotong.

Sehingga, karena kenaikan 15 persen, maka harga jual daging sapi kepada konsumen mencapai Rp140.000 per kilogram (kg).

Harga tersebut dinilai dapat memberatkan pembeli.

Tak hanya itu, pedagang juga sempat khawatir kalau daya beli masyarakat menurun karena adanya kenaikan harga.

Asnawi menjelaskan, harga jual daging sapi ke konsumen menjadi Rp125.000 per kg atau Rp130.000 per kg untuk daging sapi jenis has dalam.

"Dengan adanya intervensi dari pemerintah, sekarang penjualan tetap, posisi perubahannya sedikit. Yang tadinya Rp140.000 ribu per kg, sekarang paling Rp125.000 per kg sampai Rp130.000 per kg. Sudah turun, tapi itu belum sesuai dengan apa yang pedagang inginkan," ucapnya.

Terakhir, dia berharap, pemerintah memfasilitasi ruang pertemuan antara pihak-pihak terlibat untuk mencari solusi agar masalah kenaikan harga daging sapi yang membuat pedagang ingin mogok jualan tak terjadi lagi.

"Sekarang, dengan adanya informasi dan pemberitaan, masyarakat sudah tahu dan memahami bahwa memang ada kenaikan harga daging sapi. Namun demikian, kami masih akan meminta pertemuan kedua agar penurunan harga terjadi sesuai keinginan kami," pintanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini