“Bahkan laju penyerapan tenaga kerja ini tumbuh dengan mencapai level tertinggi sejak Februari 2020,” ujarnya.
Meski demikian, dunia usaha tetap mengantisipasi risiko penyebaran varian Omicron yang terlihat dari kebijakan dunia usaha dalam menentukan peningkatan jumlah persediaan yang mulai dibatasi.
Dalam hal ini dinamika ekonomi global juga mempengaruhi tingkat permintaan dunia dan risiko gejolak harga komoditas yang masih relatif meningkat hingga sekarang.
Berdasarkan survei PMI, para pelaku usaha memperkirakan dampak dari risiko terkini terutama akibat penyebaran varian Omicron akan dapat dilewati dengan cepat.
Tingkat produksi sektor manufaktur diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan persiapan dalam menghadapi bulan Ramadhan di awal April 2022.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)