Diketahui juga kalau saham energi melanjutkan perjalanan mereka lebih tinggi, dengan indeks energi S&P 500 reli 2,2 persen karena minyak mentah Brent melonjak mendekati level tertinggi delapan tahun setelah sanksi Barat mengganggu transportasi komoditas yang diekspor oleh Rusia.
Kemudian, invasi Rusia selama seminggu itu belum mencapai tujuannya untuk menggulingkan pemerintah Ukraina.
Pihak Ukraina sempat mengatakan mereka bertempur di pelabuhan Kherson, kota besar pertama yang diklaim Rusia telah direbut, sementara serangan udara dan pemboman menyebabkan kehancuran lebih lanjut di kota-kota lain.
"Dari hari ke hari Anda beralih dari ketakutan akan eskalasi yang dapat membuat segalanya menjadi sangat buruk menjadi harapan bahwa itu tidak akan benar-benar terjadi dan kepala yang lebih dingin akan menang, dan bahwa ekonomi cukup kuat untuk melewati ini," ujar Manajer Portofolio Senior di GLOBALT Investments di Atlanta Tom Martin.