Share

Proyek Bandara Kediri, Gudang Garam (GGRM) Suntik Modal Anak Usaha Rp2 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 04 278 2556265 proyek-bandara-kediri-gudang-garam-ggrm-suntik-modal-anak-usaha-rp2-triliun-fR4EuBYEYE.jpeg Gudang Garam Suntik Modal (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali menambah modal anak usaha bergerak dibidang pelabuhan udara PT Surya Dhoho Investama secara bertahap mulai tanggal 4 Maret 2022 senilai Rp1 triliun dan Rp1 triliun lagi secara bertahap paling lambat Desember 2022.

Disebutkan bahwa tambahan modal tersebut dilakukan untuk mendukung kelanjutan proses pembangunan Bandar Udara terpadu di Kediri, Jawa Timur. Untuk diketahui, tambahan modal itu dengan cara perseroan menyerap 2 juta lembar saham yang dikeluarkan oleh Surya Dhoho Investama.

Usai tambahan modal, maka modal ditempatkan dan disetor penuh anak usaha itu mencapai Rp8 triliun, dari posisi saat ini yang sebesar Rp6 triliun.

Perseroan memegang 7.999.999 saham atau Rp7,999 triliun dan sisanya, 1 saham atau senilai Rp1 juta dipegang oleh Surya Duta Investama. Sedangkan modal dasar ditingkatkan menjadi Rp9 triliun dari Rp8 triliun. Sebagai informasi, Surya Dhoho Investama sendiri merupakan anak usaha Gudang Garam selaku pengelola bandar udara di Kediri.

Selain membangun bandara Dhoho Kediri, PT Gudang Garam Tbk juga membentuk cucu usaha yang bergerak di bidang jalan tol bernama PT Surya Kertaagung Toll. Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman pernah bilang, PT Surya Kertaagung Toll didirikan di bawah PT Surya Kerta Agung yang merupakan anak usaha perseroan.

β€œAnak perusahaan perseroan PT Surya Kerta Agung telah mendirikan anak perusahaan baru dengan nama PT Surya Kertaagung Toll (PT SKT), berkedudukan di Kediri,” ujarnya, Jumat (4/3/2022).

GGRM memiliki sebanyak 499,999 saham atau sebesar 99,9% di PT Surya Kerta Agung yang mendirikan PT SKT. Dilihat dari struktur modal, PT SKT memiliki modal dasar senilai Rp1,2 triliun. Modal ditempatkan dan disetor tercatat senilai Rp300 miliar atau sebanyak 300 ribu saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham.

Heru menjelaskan bahwa pendirian PT SKT adalah untuk memperluas bidang usaha perseroan di bidang konstruksi seperti peningkatan, pemeliharaan, dan perbaikan jalan, jalan raya dan tol, serta jembatan dan jalan layang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini