Share

RI Pamer Teknologi Metaverse ke Negara G20

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2022 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 04 320 2556469 ri-pamer-teknologi-metaverse-ke-negara-g20-HJX8kpkqh2.jpg RI pamer teknologi metaverse ke negara G20. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mengadakan Digital Transformation Expo (DTE) untuk memamerkan perjalanan transformasi digital di Indonesia. Pameran tersebut akan mengandalkan teknolgi metaverse untuk visualisasi.

Staf Khusus Menteri Kominfo Dedy Permadi mengatakan, Indonesia memiliki optimisme tinggi terkait perkembangan teknologi digital ke depan untuk membawa pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia memiliki optimisme, karena perkembangan digital kita bisa membawa pertumbuhan ekonomi yang inklusif memberdayakan dan berkelanjutan," ujar Deddy pada konferensi persnya secara vitrual, Jumat (4/3/2022).

 BACA JUGA:Metaverse Diprediksi Bisa Dimanfaatkan untuk Operasi Bedah Masa Depan

"Kita mungkin bisa membayangkan DTE ini semacam kita masuk ke universal studio, atau kita masuk ke disneyland, jadi bukan seperti masuk ke expo-expo yang biasanya," lanjutnya.

"Selain metaverse kita juga akan menggunakan teknologi lainnya yang belum saya ceritakan sekarang," sambungnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba menambahkan, melalui pameran tersebut akan menjadi showcase perjalanan transformasi digital di Indonesia.

Diharapkan dengan adanya penyelenggaraan pameran tersebut para tamu negara yang juga menjadi anggota presidensi G20 tertarik untuk melakukan investasi di transformasi digital di Indoensia.

"Pada akhirnya kita juga mengharapkan member stage yang mengunjungi expo ini kemudian tergugah hatinya untuk melakukan investasi di Indonesia, karena sedemikian besar potensi digital di Indonesia," tuturnya.

 BACA JUGA:Penjelasan Lengkap MUI soal Metaverse Tak Bisa untuk Haji dan Umrah

Menurutnya perjalanan transformasi digital Indonesia cukup menarik untuk di pamerkan kepada dunia khususnya negara-negara anggota presidensi G20.

Terutama pada kurun waktu 4 sampai 5 tahun kebelakan dan dimasa pandemi covid 19.

"Semakin banyak strartup bukan saja di bidang ekonomi seperti e-commerce, tapi juga berkembangnya healthtech dan edutech, jadi semakin dalam perkembangannya, kita ingini menunjukan kepada dunia secara umum, bahwa perkembangan bidang digital di Indonesia itu sangat pesat dan hadir sebagai solusi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini