JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sudaryono menyatakan bahwa, janji Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang akan mendistribusikan minyak goreng murah ke pasar tradisional setelah ritel modern, pada kenyataannya tidak terealisasikan.
"Kemendag menjanjikan Seminggu setelah ritel modern mendistribusikan minyak goreng murah, pasar tradisional akan mendapatkan gilirannya. Tapi kenyataannya lebih dari Seminggu, minyak goreng murah masih belum tersedia di pasar tradisional. Itu kami tunggu-tunggu loh, tapi enggak ada sama sekali," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/3/2022).
Padahal, lanjut dia, saat ini pasar tradisional yang harus lebih diprioritaskan mengingat kelompok ini sangat terpukul dengan adanya pandemi. Seperti saat adanya pembatasan mobilitas, pembeli jarang datang ke pasar tradisional. Bahkan hingga kini banyak pedagang mengaku sepi pembeli tak seperti sebelum pandemi.
"Masyarakat masih belum berani ke pasar tradisional ketimbang ritel modern kan, yah harusnya kami yang lebih terpukul," ucap Sudaryono.
Selain itu, dia juga membeberkan perihal kebijakan Kementerian Perdagangan yang menjanjikan pedagang tradisional akan mendapat retur minyak goreng dari distributor dengan harga murah.
Namun, pada kenyataannya, proses penukaran atau return minyak goreng kepada pedagang pasar dipersulit.