"Yah kalau pun bisa, hanya 3 persen lah pedagang kita bisa mereturn stok minyak goreng lamanya dengan yang baru. Selebihnya itu dipersulit," ungkapnya.
Sudaryo menegaskan para pedagang pasar hanya ingin diperlakukan adil oleh pemerintah sehingga persoalan distribusi minyak goreng bisa cepat selesai dan masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga HET sebagaimana ditetapkan pemerintah.
"Kami mau mendapatkan opportunity yang sama dengan ritel modern untuk dapat akses barang yang murah, harusnya kami dibantu karena Covid-19 ini kami yang paling terpukul seharusnya," tandasnya.
(Taufik Fajar)