Share

Menko Airlangga Wanti-Wanti Kenaikan Inflasi AS

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Sabtu 12 Maret 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 12 320 2560613 menko-airlangga-wanti-wanti-kenaikan-inflasi-as-mtM8S6LdS6.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian. (Foto: Okezone.com/Kemenko)

MAKASSAR - Inflasi Amerika Serikat naik hingga 7,9% pada Februari 2022. Hal ini menandai terjadinya disrupsi ekonomi global, sebagai akibat dari kenaikan harga komoditas.

Pemerintah Indonesia pun mencermati perkembangan ekonomi global guna menyusun kebijakan strategis di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, lonjakan inflasi di AS bakal membuat negara adidaya itu bakal menaikkan suku bunga, meskipun sedang terlibat dalam krisis geopolitik di Eropa Timur.

Baca Juga: Menko Airlangga: Generasi Muda Berkualitas Berperan Penting dalam Pertumbuhan Ekonomi

"Memang Amerika terjadi high inflation, mereka sekarang akan mulai menaikkan (suku bunga). Namun, dengan adanya krisis di Rusia, harapannya ini agak mengerem sedikit," kata Airlangga menjawab pertanyaan MNC Portal Indonesia dalam jumpa pers, setelah Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Sabtu (12/3/2022).

Airlangga menilai Indonesia dapat terkena dampak konflik Rusia dan Ukraina secara tidak langsung. Secara spesifik, ia menyebut akan ada dampak atas kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Mitigasi Inflasi 2022, Pemerintah-BI Perkuat Koordinasi dan Sinergi Kebijakan

"Super commodity price ini tentu akan berakibat bagi Indonesia secara tidak langsung, salah satunya harga minyak yang sudah mulai bergerak sampai USD150 per barel," tuturnya.

Airlangga mewaspadai kenaikan harga minyak dapat berimbas terhadap kemampuan fiskal. Ia menilai konflik Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan bakal membuat disrupsi rantai pasokan / supply chain di tingkat global.

"Disrupsi ini sangat mengganggu supplychain. Kita harus berhati-hati," tegasnya.

Airlangga merinci kedua negara tersebut memiliki pengaruh bagi ekonomi dunia, seperti Rusia sebagai pemasok gas terbesar di Eropa, dan Ukraina sebagai salah satu produsen besar biji-bijian dan minyak nabati, seperti, gandum, rapeseed hingga sunflower oil.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Airlangga menyatakan pemerintah bakal terus berkonsentrasi untuk menjaga harga bahan pokok di tingkat domestik tidak ikut menjerit.

Lebih jauh, Airlangga juga tak ingin agar kebutuhan fiskal nasional menjadi terbatas, terutama untuk mengantisipasi lonjakan harga di pasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini