Share

SoftBank Umumkan Tidak Akan Berinvestasi untuk Pembangunan IKN

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 12 Maret 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 12 320 2560617 softbank-umumkan-tidak-akan-berinvestasi-untuk-pembangunan-ikn-gGXc6BJZhj.jfif SoftBank batal investasi untuk pembangunan IKN. (Foto: Okezone)

JAKARTA - SoftBank Group mengumumkan tidak akan berinvestasi dalam proyek pembangunan ibukota baru Indonesia, yakni IKN nusantara di Kalimantan Timur.

Dikutip dar Reuters, namun SoftBank tetap meneruskan investasi melalui perusahaan lain.

"SoftBank meneruskan proyek tersebut tetapi terus berinvestasi di Indonesia melalui perusahaan portofolio Vision Fund," kata juru bicara itu kepada Reuters, Jumat (12/3/2022)

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan, SoftBank telah menawarkan hingga USD40 miliar atau setara Rp573 miliar untuk proyek tersebut.

SoftBank mengatakan pada saat itu tidak ada angka yang disarankan.

Diketahui, pejabat Indonesia juga mengajukan kemungkinan dukungan CEO Masayoshi Son SoftBank untuk tawaran menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Brisbane akhirnya terpilih.

Namun, seorang juru bicara Luhut tidak segera menanggapi Reuters.

Bloomberg membawa komentar dari menteri yang mengatakan Son tidak akan lagi berinvestasi dalam proyek tersebut.

Pada tahun 2019, perusahaan transportasi online Grab mengatakan akan menginvestasikan USD2 miliar ke Indonesia selama lima tahun menggunakan modal dari SoftBank untuk mempercepat digitalisasi layanan seperti perawatan kesehatan dan infrastruktur.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi Akan Berkemah di Titik Nol IKN Nusantara

Diketahui, Son memiliki sejarah antusiasme untuk rencana besar termasuk skema Arab Saudi untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya dan kota futuristik di padang pasir.

SoftBank dilanda jatuhnya valuasi portofolio pada hari-hari awal pandemi Covid-19, yang memaksa aksi jual aset, dan baru-baru ini dilanda penurunan saham teknologi yang terdaftar.

Saham grup ditutup turun 6 persen pada hari Jumat dan diperdagangkan mendekati posisi terendah dua tahun, meskipun pembelian kembali 1 triliun yen (USD8,6 miliar), serta untuk jual kembalinya dibuka pada bulan November.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini