Share

Laba PP Properti Rp20,3 Miliar di 2021, Anjlok 86%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 14 Maret 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 278 2561261 laba-pp-properti-rp20-3-miliar-di-2021-anjlok-86-zkK4iz9MiI.jpeg Laba PP Properti (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) di 2021 meraup laba bersih sebesar Rp20,357 miliar atau anjlok 86,19% dibandingkan tahun 2020 yang terbilang Rp109,33 miliar. Akibatnya, laba per saham dasar tersisa Rp0,35, jauh lebih kecil dibandingkan di akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp1,86.

Sementara pendapatan usaha terpapas 58,45% hingga tersisa Rp862,46 miliar. Selaras dengan itu, beban pokok pendapatan juga dapat ditekan sedalam 54,64% dan tersisa Rp766,01 miliar. Akibatnya, laba kotor terpangkas 75,12% dan tersisa Rp96,444 miliar.

Menariknya, perseroan membukukan keuntungan pembelian atas diskon akuisisi anak usaha senilai Rp51,79 miliar, pos ini nihil pada tahun 2020.

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 14% menjadi Rp21,086 triliun, karena utang lain-lain kepada pihak berelasi naik 103,5% menjadi Rp5,71 triliun. Sayangnya, PPRO masih harus menguras kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi yang mencapai Rp106,81 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan senilai Rp1,2 triliun. Target ini turun dari 2021 yang mencapai Rp1,7 triliun.

Direktur Keuangan PPRO, Deni Budiman seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, proyek yang diandalkan tahun ini antara lain Grand Kamala Lagoon.

“Grand Kamala Lagoon diharapkan akan menjadi target kontribusi terbesar pendapatan perseroan pada tahun ini,”ujarnya.

Untuk mengejar target pendapatan, emiten properti ini berencana mempercepat penjualan unit yang ready stock dengan memanfaatkan dukungan dari pemerintah melalui relaksasi PPN.

“Selain itu, perseroan akan memperbesar pengembangan produk rumah tapak, dan melakukan program Kementerian BUMN terkait asset recycling dalam bentuk divestasi saham anak perusahaan dan penjualan lahan,” kata Deni.

Sebelumnya, pada 2021 PPRO memasang target pendapatan sebesar Rp1,7 triliun. Beriringan dengan peningkatan aset menjadi Rp19,62 triliun. Selain itu, ekuitas perseroan pada akhir 2021 diharapkan mencapai Rp4,76 triliun, serta liabilitas menjadi Rp14,86 triliun.

Di samping itu, PPRO juga menyiapkan anggaran belanja modal senilai Rp300 miliar pada 2022. Jumlah ini naik sekitar 23% dari 2021 sekitar Rp243 miliar. Disebutkan capex tahun ini akan disiapkan untuk menyelesaikan pembangunan mal dan hotel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini