Share

Wamenparekraf Sebut Ekonomi Kreatif Punya Peran Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 14 Maret 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 320 2561500 wamenparekraf-sebut-ekonomi-kreatif-punya-peran-penting-dalam-pemulihan-ekonomi-3Itvh6Aa0w.png Wamenparekraf Ungkap Peran Ekonomi Kreatif pada Ekonomi RI. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan situasi seperti sekarang ini tidak menentu. Sektor ekonomi kreatif pun akan memainkan peran penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi, terutama melalui transformasi digital.

"Tahun 2022 ini akan menjadi tahun pemulihan global ketika banyak orang belajar untuk menjadi lebih gesit, proaktif, dan berkolaborasi di tengah situasi tidak menentu, dan sektor ekonomi kreatif akan memain peran penting terlebih melalui transformasi digital," ujarnya dalam acara CONNECTI:CITY 2022 secara virtual, Senin (14/3/2022).

Baca Juga: Luhut Uji Coba Tanpa Karantina di Bali, Simak Syaratnya

Wamenparekraf menuturkan, jika inovasi teknologi, dikombinasikan dengan bakat seseorang, maka akan menghasilkan pengaruh yang besar pada ekonomi Indonesia.

"Kami telah berkomitmen pada Agenda World Conference on Creative Economy (WCCE) 2021 untuk pengembangan ekonomi kreatif di masa depan yang didukung oleh kreativitas dan inovasi. Semangat ini berasal dari kepercayaan bahwa industri kreatif telah mendatangkan era bisnis yang baru," terangnya.

Baca Juga: Kepincut Desa Wisata Keciput, Sandiaga Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Pada kesempatan itu, Angela memaparkan Agenda WCCE 2021. Dikatakannya, pada WCCE tahun ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan kreatif, mendukung aktor Indonesia yang tangguh dan kreatif, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

"Inisiatif yang kedua telah berhasil dilaksanakan melalui penetapan resolusi PBB yang berjudul 'International Year of Creative Economy for Sustainable Development, (IYCE) 2021' di majelis umum PBB ke-73," ucapnya.

Proposal inisiatif ini mengakui perlunya mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, mendorong inovasi dan memberikan kesempatan, manfaat dan pemberdayaan bagi semua dan respek bagi semua hak asasi manusia.

"Ini juga mengidentifikasi kebutuhan yang berkelanjutan untuk mendukung negara berkembang dan negara dengan ekonomi dalam transisi dalam produksi diversifikasi dan ekspor, termasuk di daerah pertumbuhan berkelanjutan yang baru, termasuk industri kreatif," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini