Share

Wall Street Bervariasi, Investor Nantikan Keputusan Suku Bunga The Fed

Antara, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 278 2561666 wall-street-bervariasi-investor-nantikan-keputusan-suku-bunga-the-fed-hW9oB2sc1C.jpg Wall Street Beragam. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan Senin. Adapun indeks saham utama sebagian besar melemah dipimpin penurunan lebih dari 2% di Nasdaq.

Investor menjual ekuitas teknologi dan pertumbuhan ternama menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini. Di mana The Fed diperkirakan menaikan suku bunga acuannya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 1,05 poin atau 0,003% menjadi 32.945,24. Indeks S&P 500 berkurang 31,20 poin atau 0,74% menjadi berakhir di 4.173,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 262,59 poin atau 2,04% menjadi 12.581,22 poin.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Usai Saham Apple dan Tesla Terjun Bebas

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan teknologi masing-masing merosot 2,89% dan 1,9% atau menjadi penurunan terbesar. Sementara itu, sektor keuangan naik 1,25% atau menjadi kelompok berkinerja terbaik.

Saham Apple Inc jatuh 2,7% atau menjadi emiten yang paling membebani S&P 500 dan Nasdaq. Saham Apple turun setelah pemasoknya Hon Hai Precision Industry Co Ltd, yang dikenal sebagai Foxconn, menghentikan operasi di Shenzhen China di tengah meningkatnya kasus Covid-19.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Terseret Data Inflasi AS

"Kami melihat rotasi ke dalam saham bervaluasi rendah dan menjauh dari saham pertumbuhan, dan banyak dari itu terkait dengan apa yang terjadi pada suku bunga," kata Manajer Portofolio Kingsview Investment Management, Paul Nolte, dikutip dari Antara, Selasa (15/3/2022).

Sementara itu, perkembangan dalam konflik Ukraina-Rusia menambah kehati-hatian investor ketika delegasi Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan di putaran keempat. Pasukan Rusia juga mengizinkan konvoi mobil pertama untuk melarikan diri dari pelabuhan Mariupol yang dikepung di Ukraina.

Selain itu, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Rabu (16/3/2022). Hal ini dilakukan Bank Sentral AS dalam upaya untuk memerangi kenaikan inflasi.

Sektor teknologi dan konsumer nonprimer adalah hambatan terbesar pada S&P 500. Suku bunga yang lebih tinggi adalah negatif untuk saham teknologi dan pertumbuhan karena penilaian mereka lebih bergantung pada arus kas masa depan.

Indeks Russell 2000 dari saham-saham berkapitalisasi kecil jatuh 1,9 persen dan turun lebih dari 20 persen dari rekor penutupan tertinggi November. Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini