Share

Saham Tesla Anjlok 5%, Elon Musk Sindir Invasi Rusia ke Ukraina dan Tingginya Risiko Inflasi

Selasa 15 Maret 2022 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 278 2561668 saham-tesla-anjlok-5-elon-musk-sindir-invasi-rusia-ke-ukraina-dan-tingginya-risiko-inflasi-46VKtl83D1.png Saham Tesla Anjlok hingga 5%. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan bahwa perusahaannya, Tesla dan perusahaan roketnya, SpaceX menghadapi tekanan inflasi yang signifikan dalam hal bahan baku dan logistik.

Musk juga bertanya mengenai prospek laju inflasi dan menilai perusahaannya tidak sendirian, seraya mencuit ulang sebuah artikel yang menyebutkan konflik Ukraina-Rusia membuat harga komoditas naik ke level tertinggi sejak 2008.

Invasi Rusia ke Ukraina telah meningkatkan harga-harga logam yang digunakan dalam mobil, mulai aluminum untuk badan mobil, palladium dalam konverter katalitik (alat untuk mengurangi emisi gas buang karbon dari kendaraan) hingga ke nikel kualitas tinggi dalam baterai mobil listrik. Produsen kendaraan pun paling besar merasakan kenaikan tersebut.

Baca Juga: Kecewanya Pemilik Tesla Terima Ban Depan dan Belakang Mobil Beda Merek, Begini Faktanya

Meskipun logam belum menjadi sasaran sanksi Barat, beberapa pengirim dan pemasok suku cadang mobil menghindari pengiriman barang-barang Rusia, menambah tekanan bagi produsen mobil yang telah mengalami kesulitan karena kekurangan chip dan kenaikan harga bahan bakar.Demikian dilansir dari VOA Indonesia, Selasa (15/3/2022).

Dipicu oleh harga perumahan, makanan dan bahan bakar, inflasi konsumen AS mengalami lonjakan paling tajam dalam empat dekade terakhir, yang kemungkinan besar memperkuat alasan bagi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS.

Baca Juga: Tagihan Isi Ulang Baterai Pemilik Mobil Tesla Tembus Rp8,6 Miliar, Begini Faktanya

Adapun saham Tesla ditutup anjlok hingga 5% menjadi USD795,35 pada perdagangan Jumat (11/3/2022). Tercatat sepanjang tahun ini telah turun sekitar 25%.

Produsen mobil listrik, Tesla pun menaikkan harga SUV Model Y dan sedan Long Range Model 3 yang diproduksi di AS masing-masing USD1.000 dan sebagian Model 3 dan Model Y yang diproduksi di China USD1.582,40. Kenaikan harga akan dilakukan pekan ini.

Di sisi lain, perusahaan mobil listrik AS, Rivian Automotive Inc juga menyatakan masalah rantai pasokan dapat mengurangi produksi yang direncanakan hingga separuhnya, seraya menyebut alasan membubungnya harga bahan baku dan kendala rantai pasokan.

Perusahaan Jepang Toyota Motor Corp juga menyatakan akan mengurangi produksi dalam negerinya hingga 20% selama April-Juni untuk mengurangi kesulitan pada pemasok yang bersusah payah mengatasi kelangkaan chip dan suku cadang lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini