Share

Sumbang Devisa Rp159,7 Triliun, Menko Airlangga: Pekerja Migran Layak Disebut Pahlawan

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 320 2562382 sumbang-devisa-rp159-7-triliun-menko-airlangga-pekerja-migran-layak-disebut-pahlawan-V6PnZ84B83.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian. (Foto: Okezone.com/Kemenko)

JAKARTA - Pekerja Migran Indonesia (PMI) sangat membantu negara terutama dalam membangun daerah-daerah kantong pekerja migran melalui remitan yang dikirimkan kepada keluarga mereka. Hal ini pun berdampak pada devisa negara.

Berdasarkand ata Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), saat ini terdapat sekitar 4,4 juta orang.

Baca Juga: Calon Pekerja Migran Difasilitasi Kartu Prakerja dan KUR

“Pekerja Migran Indonesia selayaknya kita sebut sebagai pahlawan, karena memang sumbangsih mereka dalam bentuk devisa negara sangat besar, yakni sebesar Rp159,7 triliun per tahun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual pada acara Launching dan Sosialisasi Skema Baru KUR Penempatan Bagi Pekerja Migran Indonesia, Selasa (15/3/2022).

Dengan kontribusi PMI yang bahkan mencapai 7% dari nilai APBN tersebut, sudah selayaknya negara menghadirkan keberpihakan secara nyata kepada PMI melalui berbagai kebijakan dan skema yang memudahkan. Salah satunya adalah membantu dalam proses penempatan PMI melalui KUR Penempatan PMI.

Baca Juga: Lindungi PMI, Moeldoko Ingin Prosedur Keberangkatan dan Penempatan Dipangkas

Melalui Permenko Nomor 1 Tahun 2022 dan Perkemenko Nomor 2 Tahun 2022, Pemerintah telah memperbaiki skema penyaluran KUR Penempatan PMI yang ada sebelumnya dengan meningkatkan dan memperluas pelaksanaan KUR melalui penyederhanaan mekanisme penyaluran, peningkatan plafon pembiayaan, serta dengan bunga ringan dan wajar. Skema relaksasi juga telah disiapkan di masa pandemi ini dengan memberikan berbagai keringanan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir yang hadir langsung pada saat kegiatan juga menyampaikan bahwa pada tahun 2022 Pemerintah telah menetapkan plafon KUR sebesar Rp373,17 triliun. Dengan prosedur yang sudah dipermudah dan plafon pinjaman yang juga ditambah dari Rp25 juta menjadi Rp100 juta, sampai dengan akhir Februari 2022 sudah tersalurkan KUR untuk PMI sebesar Rp2,67 triliun.

“Semoga skema pembiayaan ini dapat dimanfaatkan oleh para calon Pekerja Migran, agar mereka tidak lagi menjual harta benda mereka dan yang paling penting kita semua berharap skema KUR ini dapat memutus rantai rentenir yang selama ini memanfaatkan mereka,” tutup Airlangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini