Share

The Fed Akhirnya Naikkan Suku Bunga Acuan

Antara, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2022 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 278 2562963 the-fed-akhirnya-naikkan-suku-bunga-acuan-FSiLCsvvKw.jpg Suku Bunga The Fed Naik. (Foto: Okezone.cm/Shutterstock)

WASHINGTON- Bank Sentral AS, Federal Reserve memutuskan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2018. The Fed berusaha menstabilkan tingginya inflasi AS dalam empat dekade.

"Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas," kata The Fed, dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan kebijakan dua hari, dikutip dari Antara, Kamis (17/3/2022).

Selain itu, krisis Ukraina dan peristiwa terkait kemungkinan akan menciptakan tekanan ke atas tambahan pada inflasi juga menjadi salahs atu alasan kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Menanti Kebijakan Suku Bunga The Fed

Bank sentral memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar seperempat poin persentase menjadi 0,25% hingga 0,50%.

"Mengantisipasi bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target akan sesuai," tulis keterangan The Fed.

Selain itu, bank sentral mengharapkan untuk mulai mengurangi kepemilikan surat berharga AS dan utang agensi dan sekuritas yang didukung hipotek agensi pada pertemuan mendatang.

Baca Juga: The Fed Diramal Naikkan Suku Bunga hingga 3 Kali Tahun Ini

Kisaran target suku bunga dana federal sebelumnya ditetapkan mendekati nol pada Maret 2020 untuk merangsang ekonomi AS pada awal pandemi Covid-19.

Bank sentral juga memulai program pembelian obligasi tanpa batas untuk menopang pasar dan mengurangi biaya pinjaman jangka panjang. Sekarang neraca The Fed telah membengkak menjadi hampir USD9 triliun dari sekitar USD4,5 triliun dua tahun lalu.

Dengan inflasi AS mencapai level tertinggi 40 tahun dan jauh di atas target bank sentral sebesar 2,0%, banyak pejabat Fed telah menyatakan dalam beberapa bulan terakhir bahwa mereka akan mendukung rencana untuk memulai serangkaian kenaikan suku bunga dan mengurangi neraca tahun ini dalam upaya mendinginkan ekonomi yang terlalu panas.

Sebagai informasi, Indeks harga konsumen (IHK) bulan lalu melonjak 7,9% dari tahun sebelumnya, pertumbuhan 12 bulan terbesar sejak periode yang berakhir Januari 1982.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan Fed, pada Rabu (16/3/2022) menyetujui kenaikan suku bunga dengan suara 8 banding 1, dengan Presiden Bank Federal Reserve St. Louis James Bullard tidak setuju dalam mendukung peningkatan setengah poin persentase yang lebih besar.

Proyeksi ekonomi triwulanan The Fed yang dirilis Rabu (16/3/2022) menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed memperkirakan suku bunga dana federal akan naik menjadi 1,9% pada akhir tahun ini dan sekitar 2,8 persen pada akhir 2023.

Itu menyiratkan total tujuh kenaikan suku bunga seperempat persentase poin tahun ini dan tiga atau empat tahun depan.

"Tentu saja, proyeksi ini tidak mewakili keputusan atau rencana komite, dan tidak ada yang tahu dengan pasti di mana ekonomi akan berada satu tahun atau lebih dari sekarang," kata Ketua Fed Jerome Powell.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini