Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aliran Modal Asing Kabur dari RI Rp5,7 Triliun

Antara , Jurnalis-Kamis, 17 Maret 2022 |16:51 WIB
Aliran Modal Asing Kabur dari RI Rp5,7 Triliun
Bank Indonesia catat aliran modal asing keluar (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (outflows) sebesar USD400 juta setara Rp5,7 triliun (kurs Rp14.300) pada periode Januari hingga 15 Maret 2021. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik tertahan seiring peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.

"Meski terdapat aliran modal asing yang keluar, nilai tukar rupiah tetap terjaga sehingga menguat sebesar 0,38% secara point to point dan 0,01% secara rerata dibandingkan dengan level akhir Februari 2022," katanya, Kamis (17/3/2022).

Dia menjelaskan perkembangan nilai tukar ditopang pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Dengan perkembangan tersebut, rupiah sampai dengan 16 Maret 2022 mencatat depresiasi sekitar 0,42% dibandingkan dengan level akhir 2021.

Kendati terdepresiasi, penurunan mata uang Garuda relatif lebih rendah dibandingkan depresiasi dari mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Malaysia 0,76%, India 2,53%, dan Filipina 2,56%.

"Ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap baik," tutur Perry.

BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental ekonomi, melalui langkah-langkah mendorong efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement