Share

SoftBank Batal Investasi di IKN karena Tidak Menguntungkan? Begini Reaksi Luhut

Antara, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2022 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 470 2563394 softbank-batal-investasi-di-ikn-karena-tidak-menguntungkan-begini-reaksi-luhut-iooDlsnxty.jpg Menko Luhut bantah investasi di IKN tak menguntungkan (Foto: MPI)

JAKARTA - SoftBank Group mundur dari proyek pembangunan IKN. Mundurnya SoftBank memunculkan anggapan bahwa proyek IKN tidak menguntungkan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membantah anggapan yang menyebutkan proyek IKN Nusantara tidak menguntungkan.

"Enggak ada urusan itu, itu masalah dia. Murni masalah dia. Kita dapatkan USD20 miliar dari UAE kan, itu masuk lewat Indonesia Investment Fund (Indonesia Investment Authority/INA)," kata Luhut ditemui usai peluncuran Proyek Investasi Berkelanjutan di Jakarta, Kamis.

Luhut pun menjelaskan mundurnya Softbank dari proyek IKN lantaran Vision Fund milik Softbank kolaps, padahal dananya berasal dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Oleh karena itu, kini Indonesia berharap aliran modal dari UEA dan Arab Saudi bisa masuk ke Indonesia tanpa melalui Softbank.

"Jadi Softbank bikin Vision Fund, USD100 miliar. Seharusnya kan itu masuk dari Abu Dhabi dan Arab Saudi. Karena dia punya masalah, Vision Fund-nya kolaps, nggak jadi, nggak masuk kita. Sekarang kita harapkan Vision Fund dari Abu Dhabi dan Saudi itu bisa masuk, nggak usah lewat Softbank lagi," jelas Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengungkapkan pandangan yang meragukan terhadap sebuah proyek investasi merupakan hal biasa.

"Kalau ada yang meragukan, itu biasa. Karena barang ini kan belum kelihatan. Kita kan bicara tentang future (masa depan), peluang yang ada. Biasanya kalau sudah ada yang terlihat, baru bisa bilang, orang boleh percaya. Prinsipnya kami bekerja, apakah ini mungkin atau tidak mungkin, kita lihat bersama," katanya.

Ichwan menambahkan sudah ada banyak negara yang datang menunjukkan ketertarikannya terhadap proyek IKN Nusantara. Minat tersebut disampaikan terkait investasi jasa pembangunan IKN hingga pembangunan properti di IKN, termasuk terkait energi hijau.

"Yang tertarik sudah ada. Ada yang datang ke BKPM, Bappenas, juga kementerian lain, tapi sifatnya masih mencari informasi untuk kegiatan-kegiatan tersebut," katanya tanpa menyebut asal negara investor yang menyampaikan minat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini