Share

Pangeran MBS WhatsApp Luhut: Sudah Sejauh Mana Progres IKN Nusantara?

Antara, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2022 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 470 2563317 pangeran-mbs-whatsapp-luhut-sudah-sejauh-mana-progres-ikn-nusantara-ESaf6hqPNy.jpg Menko Luhut jalin komunikasi insentif dengan Pangeran MBS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjalin komunikasi insentif dengan Pangeran Mohammed bin Salman. Keduanya rutin membahas mengenai pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara.

Luhut pun mengirim tim ke Arab Saudi untuk menindaklanjuti penjajakan investasi di proyek IKN Nusantara. Luhut berharap ada kemajuan pembicaraan mengenai komitmen investasi sebelum bulan suci Ramadhan.

"Bicara terus ini, intensif sekali. Crown prince-nya (Putera Mahkota) juga sangat progresif. Dia sampai text (kirim pesan ke) saya, WA saya sampai mana progresnya itu," kata Luhut, Kamis (17/3/2022).

Tim khusus yang dikirim Luhut akan memetakan peta peluang kerja sama investasi Arab Saudi dan Indonesia di IKN, termasuk terkait nilai investasinya.

Luhut sebelumnya mengaku mendapatkan komitmen dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman untuk ikut berkontribusi pada pembangunan IKN Nusantara, dalam kunjungannya ke Riyadh, awal Maret lalu.

Luhut menjelaskan perihal mundurnya Softbank dari proyek IKN. Luhut menyebut Vision Fund milik Softbank kolaps, padahal dananya berasal dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Oleh karena itu, kini Indonesia berharap aliran modal dari UEA dan Arab Saudi bisa masuk ke Indonesia tanpa melalui Softbank.

Pemerintah Indonesia sendiri, lanjut Luhut, sudah mendapatkan komitmen sebesar USD20 miliar dari UEA melalui Indonesia Investment Authority (INA).

"Jadi Softbank bikin Vision Fund, USD100 miliar. Seharusnya kan itu masuk dari Abu Dhabi dan Arab Saudi. Karena dia punya masalah, Vision Fund-nya kolaps, nggak jadi, nggak masuk kita. Sekarang kita harapkan Vision Fund dari Abu Dhabi dan Saudi itu bisa masuk, nggak usah lewat Softbank lagi," kata Luhut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini