Share

IPO, Intip Profil Emiten Sepeda Bersama Indonesia (BIKE)

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 278 2564973 ipo-intip-profil-emiten-sepeda-bersama-indonesia-bike-OeAJNKjJXJ.jpg IPO BIKE (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (21/3/2022). Calon emiten dengan kode saham BIKE ini akan menjadi perusahaan tercatat ke-12 di BEI pada tahun 2022 ini.

Adapun BIKE mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 28 kali selama masa penawaran umum perdana sebanyak 323,33 juta saham yang baru berakhir.

Mengutip laman e-IPO, Sepeda Bersama Indonesia bergerak dalam bidang perdagangan besar sepeda dengan merk “Genio”, “United” dan “Avand”, serta bekerjasama dalam bentuk penjualan putus dengan 319 dealer yang berlokasi di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Saat ini, pelanggan akhir bagi BIKE adalah konsumen atau masyarakat di Indonesia dan disalurkan melalui dealer-dealer pihak ketiga untuk memenuhi permintaan masyarakat terhadap berbagai jenis sepeda. Berikut ini adalah jenis produk yang ditawarkan oleh Perseroan, dari entry level sampai middle – up level.

Sepeda Bersama Indonesia meyakini memiliki kekuatan kompetitif yang akan mendukung Perseroan dalam melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan para pesaingnya.

BIKE bergerak pada sektor consumer cyclicals dengan sub sektor leisure goods. Adapun industri dan sub industri BIKE adalah sport equipment and hobbies goods.

Harga IPO BIKE sebesar Rp 170 per saham dengan jumlah saham yang ditawarkan 323,33 juta unit. Perseroan juga menerbitkan 161,66 juta waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma. Setiap pemegang dua saham Sepeda Bersama akan memperoleh 1 waran seri I dengan harga pelaksanaan Rp 492 per saham.

Selain tercatat di papan pengembangan, saham perusahaan yang berdiri sejak 13 Oktober 2017 tersebut juga masuk dalam kategori saham syariah.

Dari aksi korporasi ini, emiten berkode BIKE tersebut berhasil menghimpun dana segar Rp 54,96 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja, yaitu berupa pembelian persediaan barang. Begitu juga dana hasil waran akan digunakan sebagai modal kerja dan kebutuhan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini