Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengusaha Ritel Senang HET Dicabut, Kini Minyak Goreng Banjir di Pasaran

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Selasa, 22 Maret 2022 |11:35 WIB
Pengusaha Ritel Senang HET Dicabut, Kini Minyak Goreng Banjir di Pasaran
Pengusaha ritel senang HET minyak goreng dicabut. (Foto: Okezone)
A
A
A

Saat ritel A PO 30 karton, barang yang dikirimkan sesuai dengan permintaan, tanpa adanya pembatasan.

"Ketika HET diberlakukan kita punya service level. Itu perbandingan antara purchasing order dengan delivery order. Jadi PO kita di masing-masing peritel sangat bervariasi. Ada yang hanya 15-16 persen atau bahkan ada yang 28 persen. Tapi ketika HET dicabut, ada beberapa anggota yang sudah melaporkan buka PO nya sekian karton tapi di kirimnya juga sama dengan buka PO-nya. Artinya service levelnya sudah 100 persen," terangnya.

 BACA JUGA:Kelangkaan dan Mahalnya Minyak Goreng di Indonesia

"Jadi bisa dibayangkan perbedaannya itu ketika ada HET, jumlah barang yang masuk tidak ada yang diatas 50 persen dari PO. Sedangkan setelah HET dicabut, peritel sudah mendapat barang sesuai dengan PO-nya," sambungnya.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Ketua Aprindo ini menyebut, bahwa disparitas harga menjadi patokan.

"Ketika disparitynya tinggi, jadi kurang pasok. Namun saat free market atau dibebaskan harga jualnya, jadi banjir pasok," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement