Share

Teladan Prima IPO Bidik Rp1,3 Triliun, Emiten CPO Calon Penghuni Baru di BEI

Tim Okezone, Okezone · Kamis 24 Maret 2022 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 278 2567019 teladan-prima-ipo-bidik-rp1-3-triliun-emiten-cpo-calon-penghuni-baru-di-bei-JTpfMndnpu.jpg Teladan Prima IPO (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Teladan Prima Agro Tbk (TPA) bakal melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada April 2022.

Perusahaan kelapa sawit ini akan melepas maksimal 2,19 miliar saham biasa atas nama yang merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Jumlah tersebut mewakili 15% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Adapun harga penawaran untuk gelaran IPO itu berada dalam kisaran Rp520 sampai Rp600 per saham sehingga perseroan akan mengantongi dana segar maksimal Rp1,32 triliun.

"Dana hasil IPO setelah dikurangi dengan biaya emisi, sekitar 32% akan digunakan untuk belanja modal oleh grup perseroan," kata Direktur Utama TPA Wishnu Wardhana dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga: IPO, Teladan Prima Agro Pasang Harga Rp520-Rp600/Saham

Wishnu menambahkan, TPA menawarkan investasi menarik bagi investor jangka panjang melalui saham yang ditawarkan di Bursa Efek Indonesia. TPA di tahun ini dan tahun depan memiliki tiga agenda bisnis penting secara berkelanjutan.

"Di antaranya pengembangan biogas power plant, pembangunan dan pengembangan pabrik crude palm kernel oil (CPKO) serta penambahan lahan melalui akuisisi inorganic,” katanya.

Luasan konsesi perusahaan yang seluruhnya terletak di provinsi Kalimantan Timur, dengan total lebih dari 60.000 hektare, memberikan nilai tambah tersendiri bagi TPA, dimana pengelolaan usaha secara efisien dapat dilakukan di satu wilayah yang terpadu.

Follow Berita Okezone di Google News

Sentralisasi ini memberikan tim manajeman kemampuan untuk berfokus pada seluruh aspek pengelolaan mulai dari produksi dan pengolahan kelapa sawit, operasional usaha, hingga penerapan program keberlanjutan yang inovatif dan membawa dampak positif langsung bagi masyarakat setempat.

TPA dikelola oleh tim eksekutif yang berpengalaman luas di sektor usaha kelapa sawit. Dengan rekam jejak puluhan tahun, tim manajemen TPA sangat memahami pengelolaan siklus penanaman yang membuat produktivitas puncak TPA menjangkau jauh ke masa depan.

Antara 2018-2020, volume penjualan minyak sawit mentah (CPO) TPA meningkat pada tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) selama rentang periode tersebut sebesar 13,2%, sehingga menghasilkan CAGR pendapatan sebesar 18,6%. Yield produksi TBS Inti TPA mencapai 21,4 ton/hektar pada tahun 2020.

Untuk menunjukkan kualitas operasi usahanya, TPA telah mengembangkan perangkat pengumpulan data, pemantauan, serta pelaporan, terkait aspek ekonomi, lingkungan, sosial, tata kelola (EESG) berbasis digital, yaitu TLDN Green Metrics (TGM). Perangkat ini membantu manajemen dalam pengambilan keputusan operasional serta melandasi langkah aksi korporasi yang berorientasi pada teknologi modern yang transparan dan progresif.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini