Share

Tekuk Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.345/USD Jelang Akhir Pekan

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 320 2567846 tekuk-dolar-as-rupiah-menguat-ke-rp14-345-usd-jelang-akhir-pekan-l0U6iXa87F.jpg Rupiah menguat hari ini. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini, Jumat (25/3/2022), ditutup menguat 20 poin di level Rp14.345 setelah sebelumnya pada level Rp14.351.

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.330 - Rp14.370.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar naik untuk keempat kalinya dalam lima sesi terakhir didorong sentimen global seperti keputusan The Fed.

 BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp14.346/USD Ditopang Melonjaknya Harga Komoditas

“Karena data ekonomi di pasar tenaga kerja membantu ekspektasi kuat Federal Reserve AS akan lebih agresif dalam mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi,” ujar ibrahim daam risetnya, Jumat (25/3/2022).

Klaim pengangguran pada awal mingguan turun ke penyesuaian musiman 187.000 minggu lalu, level terendah sejak September 1969 dan di bawah perkiraan 212.000.

Sementara pesanan barang tahan lama baru secara tak terduga turun pada Februari karena pengiriman melambat, permintaan barang tetap kuat.

Selain itu, ukuran aktivitas bisnis untuk bulan Maret naik ke level tertinggi delapan bulan.

Data dan komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve telah memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih dari 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan Mei. Ekspektasi untuk kenaikan 50 basis poin pada pertemuan itu adalah 70,5%.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell baru-baru ini meningkatkan kemungkinan menaikkan suku bunga lebih dari 25 basis poin pada pertemuan mendatang, sikap yang lebih agresif yang digemakan oleh pembuat kebijakan lain ketika mereka berusaha untuk mendinginkan kenaikan inflasi, yang telah mendukung greenback akhir-akhir ini.

 BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp14.352/USD, Pasar Uang Asia Tak Mampu Lawan Dolar AS

Pada hari Kamis, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan dia akan nyaman menaikkan suku pada setiap pertemuan Fed hingga Maret mendatang sebesar 25 basis poin setiap kali tetapi "berpikiran terbuka" tentang kemungkinan kenaikan 50 basis poin.

Perang di Ukraina telah mendorong kenaikan harga minyak dan komoditas lainnya, menambah tekanan pada inflasi yang sudah meningkat.

Pertemuan para pemimpin Barat di Brussel pada hari Kamis sepakat untuk memperkuat pasukan mereka di Eropa Timur, meningkatkan bantuan militer ke Ukraina dan memperketat sanksi mereka terhadap Rusia.

Dari sentimen domestik, pasar terus memantau keberhasilan Pemerintah dalam penanganan Tax Amnesty tahap II. Nilai harta bersih dari seluruh peserta program pengungkapan sukarela atau PPS mencapai Rp42,38 triliun dalam 84 hari pelaksanaan program tersebut.

Tercapainya angka Rp42,38 triliun dalam 84 hari menandakan bahwa para pengusaha begitu antusias untuk mendaftarkan harta kekayaannya dan ini merupakan Kerjasama yang afik antara pemerintah dan pengusaha guna untuk membantu pemerintah dalam menggalangan dana untuk penanganan Covid-19.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan mencatat bahwa hingga Jumat (25/3/2022) pukul 08.00 WIB, terdapat 28.215 wajib pajak yang mendaftar program PPS. Terbit 32.078 surat keterangan dari seluruh peserta, sejak PPSdibuka pada 1 Januari 2022.

Berdasarkan nilai harta bersih itu, rata-rata harta yang dilaporkan setiap peserta berkisar Rp1,5 miliar, tetapi nilai harta tersebut tentu akan berbeda-beda dari setiap wajib pajak. Pemerintah tidak menetapkan batasan nilai harta dalam PPS, sehingga nilai harta dari para peserta akan bervariasi.

Total aset peserta PPS—yang sering disebut tax amnesty jilid II terdiri dari Rp36,97 triliun deklarasi dalam negeri dan repatriasi, serta Rp2,75 triliun deklarasi luar negeri. Lalu, terdapat Rp2,66 triliun yang diinvestasikan oleh peserta.

Peserta PPS memiliki pilihan untuk menempatkan investasinya di surat berharga negara (SBN) atau secara langsung ke perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi sumber daya alam atau energi baru dan terbarukan (EBT).

Adapun, perolehan pajak penghasilan (PPh) selama 84 hari PPS berlangsung mencapai Rp4,32 triliun. Jumlah itu mencakup 10,2 persen dari total nilai harta bersih seluruh peserta tax amnesty jilid II.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini