Share

Tegas! Menkop Teten Ingatkan Jangan Main-Main Masukkan Produk Impor 'Bercap' UMKM

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 25 Maret 2022 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 320 2567877 tegas-menkop-teten-ingatkan-jangan-main-main-masukkan-produk-impor-bercap-umkm-TacAp92ygo.jpg Menkop tegaskan jangan main-main dengan produk UMKM. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya akan fokus melakukan pendampingan dan kurasi produk UMKM sebagai bentuk dukungan implementasi target 1 juta UMKM masuk ke e-katalog pemerintah.

Dia menjelaskan, dari segi pembiayaan, sudah tidak lagi menjadi persoalan, sehingga UMKM diminta dapat fokus memproduksi dalam jumlah yang besar.

"Tidak ada lagi yang menghambat pengadaan barang dan jasa untuk UMKM dan akan memudahkan Kemenkop-UKM,” ujar Menteri Teten dalam konferensi pers Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia 2022, disiarkan secara virtual, Jumat (25/3/2022).

 BACA JUGA:Pelaku UMKM Bali Sambut Gembira Layanan Konsultasi di Mobile IP Clinic

Teten memaparkan, Kemenkop telah membuat daftar produk impor yang dapat diganti dan diproduksi dari dalam negeri. Dia juga bilang bahwa akan menggandeng importir agar mengalihkan produksi ke dalam negeri.

"Kami yakin, hampir semua bisa dibikin di dalam negeri. Ini sangat bagus untuk pertumbuhan UMKM kita," ucapnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebagaimana yang diingatkan oleh Presiden Jokowi sebelumnya, konsumsi masyarakat melalui e-commerce cross border perlu menjadi perhatian karena masih banyak yang melakukan pembelian produk impor.

Maka dari itu, Teten memperingatkan e-commerce cross border untuk bisa mewaspadai oknum-oknum yang menjual produk impor, namun mengatasnamakan UMKM lokal.

 BACA JUGA:Menkop Teten Ungkap Kendala Pelaku UMKM Belum Go Digital

"Kalau nanti ada yang mulai main-main masukin produk luar dengan dicap seolah-olah itu produk UMKM di online tapi nyatanya produk itu impor, nanti akan kami peringatkan," tegasnya.

Dia menambahkan, sebelum pandemi Covid-19, 52 persen ekonomi Indonesia digerakkan oleh konsumsi masyarakat. Oleh karena itu butuh komitmen e-commerce untuk mengandalkan ekonomi dalam negeri, bukan hanya pemerintah, BUMN, dan pemerintah daerah, tapi masyarakat dan e-commerce.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini