Share

6 Fakta Buruh Seluruh RI Ancam Demo Besar-besaran jika Harga Minyak Goreng Tak Turun

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 28 Maret 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 26 320 2568155 6-fakta-buruh-seluruh-ri-ancam-demo-besar-besaran-jika-harga-minyak-goreng-tak-turun-Dm4pmMgaZo.jpg Buruh Bakal Demo soal Minyak Goreng (Foto: Okezone)

JAKARTA - Buruh mengancam akan melakukan aksi demo jika dalam seminggu pemerintah belum menurunkan harga minyak goreng. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, massa demo akan lebih besar.

"Kami memberikan waktu 1 x 7 hari, bilamana ini tidak dilakukan oleh pemerintah, Partai Buruh, Serikat Petani Indonesia dan Serikat Buruh yang ada di Indonesia, nelayan, buruh honorer, buruh migran akan melakukan aksi besar-besaran di seluruh Indonesia," ujar Said.

Berikut fakta-fakta buruh seluruh RI ancam demo besar-besaran jika harga minyak goring tak turun dirangkum Okezone, Senin (28/3/2022):

1. Tuntut Minyak Goreng Turun

"Kami akan serius menuntut minyak goreng dan mengganti Menteri Perdagangan walaupun itu hak Presiden Bapak Jokowi untuk mengganti," sambungnya.

2. Daya Beli Masyarakat

Adapun dorongan Said berserta para buruh lainnya mendesak pemerintah, karena selama tiga tahun daya beli masyarakat terus menurun hingga 30%. Di tambah, buruh tidak mengalami kenaikan upah yang signifikan.

"Daya beli masyarakat lagi turun 30%, karena 3 tahun berturut-turut upah buruh tidak naik," katanya.

3. Jangan Mainkan Harga Minyak Goreng

Maka dari itu, lanjut Said, seharusnya pemerintah tak asal memainkan harga. Terutama harga minyak goreng dalam kemasan yang sempat turun ke Rp14.000 per liter kini berubah drastis ke harg Rp20.000an.

"Jangan sekadar main harga naik, harga turun, lihat juga daya belinya, Sudahnya daya beli turun 30% karena upah buruh tidak naik selama 3 tahun masa harga minyak goreng naik," tandasnya.

4. Unjuk Rasa Bersama Petani

Sebelumnya, pada 22 Maret 2022, serikat buruh bersama petani telah melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perdagangan.

Demo tersebut menyerukan tiga tuntutan, yaitu turunkan harga minyak goreng, turunkan harga bahan pokok, dan ganti Menteri Perdagangan.

5. Menolak Subsidi Minyak Goreng Curah

Serikat Buruh di Indonesia menolak kebijakan pemerintah yang mengalokasikan dana sebesar Rp7,6 triliun untuk subsidi minyak goreng curah.

Mereka menuntut subsidi tersebut baiknya dialokasikan pada minyak goreng kemasan.

"Dana tersebut harusnya disubsidi ke minyak goreng kemasan. Bukan ke minyak goreng gurah yang berbahaya itu," jelasnya dalam konferensi pers virtual.

"Supaya harga minyak goreng kemasan harganya murah. Bagaimana caranya, ya itu tugas pemerintah. Masa rakyat disuruh mikir," sambungnya.

6. Minyak Goreng Curah Kurang Sehat

Said menilai, minyak goreng curah kurang menyehatkan masyarakat.

Lantaran dalam kemasannya tidak disertakan informasi perlindungan konsumen. Seperti masa berlaku, berapa kandungan lemak di dalamnya, serta informasi lainnya.

"Jadi jangan membunuh rakyat melalui minyak curah," cetusnya.

Said juga beranggapan, subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk minyak goreng curah tidak ada yang menjamin kesehatannya.

Karena, minyak goreng curah bisa dioplos/campur dengan minyak jelantah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini