Share

Harga Gula dan Minyak Goreng Naik Jelang Puasa, Pembelian Dibatasi!

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Minggu 27 Maret 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 27 320 2568647 harga-gula-dan-minyak-goreng-naik-jelang-puasa-pembelian-dibatasi-9vZlmEJkwl.jpg Harga Minyak Goreng Tinggi. (Foto: Okezone.com/MPI)

BEKASI - Harga gula pasir hingga minyak goreng merangkak naik menjelang Puasa. Di salah satu ritel Bekasi, gula dijual Rp13.500.

"Gula naik Rp1.000. Sebelumnya cuma Rp12.500 sekarang Rp13.500. Mau Puasa mungkin, makanya naik," ujar, Roni salah salah satu pegawai yang bertemu MNC Portal di lokasi, Minggu (27/3/2022).

Dia menjelaskan, pembelian gula saat ini dibatasi setiap konsumen. Satu konsumen hanya boleh membeli maksimal 4 pcs dalam sehari. Hal itu karena pasokan gula ke gudang penyimpanan terbatas.

"Gula langka sekarang, datang barang aja 3 hari sekali itupun stoknya nggak banyak. Makanya pembelian tiap konsumen dibatasin cuma boleh 4 paling banyak," terang Roni.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Curah Rp20.000/Liter, Kok Bisa?

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga gula pasir kualitas premium, rata-rata nasional naik 0,32% menjadi Rp15.700 per kilogram. Sedangkan gula pasir lokal masih bertengger di harga Rp14.500 per kilogram.

Sementara itu, ketersediaan minyak goreng masih terbatas di ritel modern bilangan Bekasi. Berdasarkan pantauan di Bekasi, pada minyak goreng sawit yang tersedia hanya merek Fitri. Padahal sebelum HET dicabut, ritel ini menyediakan minyak goreng dengan merek lain seperti Bimoli, Sania, dan Tropical.

Adapun harga yang dibanderol pada minyak goreng Fitri seharga Rp24.400/liter. Pegawai ritel menyebut, untuk pembelian pun dibatasi, tiap konsumen hanyak boleh membeli maksima 2 liter dalam satu hari.

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Rp14.000 Langka, Pedagang: Menyakitkan

"Pembeliannya dibatasi. Satu konsumen cuma boleh beli 2 liter per hari," kata pegawai ritel, Roni saat bertemu MNC Portal di depan rak penyimpanan minyak goreng.

Roni menjelaskan, pembatasan pembelian tersebut lantaran stok minyak goreng yang masuk ke gudang penyimpanan dari distributor minim alias terbatas.

"Itu dibatasin karena dari distributornya ngirim ke sini nggak banyak. Biar pada kebagian, makanya dari pihak Superindo kasih pembatasan pembelian," terangnya.

Lanjut dia mengatakan, sejak harga minyak goreng mahal, merek-merek yang terkenal jarang masok. Melainkan yang masok adalah merek-merek tidak terkenal sebelumnya.

"Susah barangnya. Yang dateng malah merek yang nggak terkenal. Yang sekarang muncul di pasar-pasar itu," beber Roni.

Pegawai tersebut menambahkan, sejak harga minyak goreng mengalami kenaikan, rak minyak goreng jarang dijumpai konsumen. Berbeda saat minyak goreng masih dipatok Rp 14.000 per liter.

"Sekarang udah nggak ada panic buying. Malahan konsumen malas beli. Karena mahal itu, dan merek minyaknya nggak terkenal," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini