Share

Jokowi Perintahkan Erick Thohir Cs untuk Misi Investasi di Papua Nugini

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 31 Maret 2022 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 320 2570877 jokowi-perintahkan-erick-thohir-cs-untuk-misi-investasi-di-papua-nugini-4Pqcryotz7.jpg Jokowi perintahkan Erick Thohir cs untuk misi investasi di Papua Nugini. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk melakukan misi perdagangan dan investasi di Papua Nugini.

Awalnya, Jokowi berpandangan pentingnya pembentukan perjanjian investasi bilateral untuk memfasilitasi dan memberikan keamanan bagi investor bagi kedua negara yakni Indonesia dan Papua Nugini.

"Dalam kaitan ini saya menugaskan menteri BUMN, menteri PU, menteri ESDM dan menteri perdagangan bersama-sama dengan delegasi Kadin dan pengusaha Indonesia untuk melakukan misi perdagangan dan investasi di PNG dalam waktu dekat," ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (31/3/2022).

 BACA JUGA:Jokowi dan PM Papua Nugini Tanam Pohon Cendana di Istana Bogor

Jokowi juga mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik peningkatan perdagangan dengan Papua Nugini di tahun 2021 sebesar 87 persen. Hal tersebut lebih tinggi dari nilai perdagangan sebelum pandemi.

"Hal ini memberikan harapan dan optimisme terhadap pemulihan ekonomi pasca pandemi

Dan saya percaya masih banyak peluang yang dapat ditingkatkan," jelasnya.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa akan membuka kembali perbatasan dengan Papua Nugini untuk memulihkan perdagangan lintas batas.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi Pergoki Masih Ada Minyak Goreng Curah Dijual Tak Rp14.000/Liter

"Untuk itu Indonesia juga siap membuka kembali perbatasan dengan Papua Nugini untuk memulihkan perdagangan lintas batas dan denyut ekonomi masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan," ungkapnya.

Selain itu, terkait bidang perdagangan investasi , Jokowi menyambut baik peluncuran studi kelayakan untuk pembentukan perjanjian perdagangan prevential antara Indonesia dan Papua Nugini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini