Lalu, pendapatan perseroan menjadi Rp 30 triliun, naik 66,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Sekarang sedang diaudit (laporan keuangan), mungkin 1-2 hari selesai," ucapnya.
BACA JUGA:Sosok Dirut Krakatau Steel yang Diusir DPR, Punya Harta Rp189 Miliar
Silmy optimis, tahun ini perusahaan akan tumbuh lebih positif seiring dengan banyaknya aksi korporasi yang akan dilakukan nanti.
Selain itu, biaya operasi perusahaan turun 47% dari Rp4 triliun turun menjadi Rp 1,7 triliun.
Produksi baja Krakatau Steel juga mengalami kenaikan signifikan.
Produksi Hot Rolled Coil (HRC) naik jadi 2,13 juta ton, demikian pula produksi Cold Rolled Coil (CRC) naik jadi 617 ribu ton.
(Zuhirna Wulan Dilla)