JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatat kerugian bersih Rp3,05 triliun sepanjang tahun 2021. Kinerja perseroan merosot dibandingkan laba bersih yang dicapai AGRO tahun 2020 senilai Rp31,26 miliar.
Direksi AGRO memaparkan perseroan masih membukukan kinerja yang baik, ditopang oleh kegiatan operasional dan transformasi menuju bank digital.
"Terjadi perlambatan sebagai dampak dari proses transformasi menjadi bank digital yang sedang berlangsung, secara umum, Bank Raya masih dapat menjalankan fungsi intermediasi dengan baik, tercermin dari sejumlah indikator kinerja yang positif," kata Direktur Utama Perseroan, Kaspar Situmorang, dalam konferensi pers, Kamis (31/3/2022).
AGRO mengantongi pendapatan bunga bersih senilai Rp873,56 miliar, atau tumbuh 39,85% yoy dibandingkan pendapatan tahun 2020 sebanyak Rp624,63 miliar. Perseroan mampu memangkas beban bunga yang cukup signifikan pada akhir 2021, yaitu sebesar 40,80% menjadi Rp773,62 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,30 triliun.
"Penurunan (beban) diiringi dengan kegiatan operasional yang dapat dijalankan secara efisien, sehingga tanpa memperhitungkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas aset, Bank Raya membukukan pre-provisioning operating profit sebesar Rp582 miliar atau naik 53,18% YoY," lanjutnya.