Share

Jumlah Rokok Ilegal Diprediksi Turun Jadi 3% di 2021

Antara, Jurnalis · Senin 04 April 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 04 320 2573017 jumlah-rokok-ilegal-diprediksi-turun-jadi-3-di-2021-qgJtUK3iz2.jpg Peredaran rokok ilegal turun jadi 3% (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Jumlah rokok ilegal diperkirakan turun jadi 3% dari total rokok yang beredar pada 2021. Sebelumnya jumlah rokok ilegal yang beredar adalah 4,8% pada 2020.

"Di 2021 kita perkirakan 3% rokok ilegal beredar, tapi ini mesti divalidasi oleh Universitas Gadjah Mada yang melakukan survei ini," kata Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (4/4/2022).

Menurutnya, jumlah penindakan rokok ilegal merupakan penindakan barang ilegal terbanyak atau mencapai 64,43% dari total penindakan barang ilegal yang dilakukan Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu.

Adapun jumlah penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) hanya mencapai 2,9% tetapi nilai barang yang ditindak merupakan yang paling tinggi.

Askolani menambahkan Cukai Hasil Tembakau (CHT) memiliki peran penting untuk mengendalikan konsumsi tembakau, terutama oleh anak-anak.

Prevalensi perokok anak dan remaja berusia 10 sampai 18 tahun memiliki tendensi untuk meningkat, dimana pada 2013 nilainya capai 7,2%, naik ke 8,8% pada 2016 dan naik lagi ke 9,1% pada 2019.

Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 pemerintah menargetkan prevalensi merokok anak turun menjadi 8,7%.

Di samping itu Cukai Hasil Tembakau (CHT) juga menyumbang pendapatan negara, hingga dalam tiga tahun terakhir penerimaan dari CHT rata-rata mencapai 105,2% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per tahun.

"Ini tentu sejalan dengan perkembangan jumlah produksi rokok, kebijakan tarif CHT, dan langkah pengawasan rokok ilegal agar kembali ke legal untuk membayar cukai resmi dan tercatat di APBN," katanya.

Sampai Maret 2022 pendapatan negara dari CHT mencapai Rp56,84 triliun atau 26,5% dari target APBN.

"Kami memperkirakan penerimaan CHT terhadap target APBN 2022 dapat kami penuhi untuk bisa mendukung pengamanan APBN di 2022," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini