Perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar yang akan digunakan untuk non-akuisisi. Nantinya, belanja modal yang diperoleh perseroan selama ini bersumber dari dana internal. Namun jika dibutuhkan, perseroan saat ini memiliki fasilitas yang cukup besar dari beberapa bank yang ada.
Di samping itu, perseroan pada tahun ini dan tahun depan memiliki 3 agenda bisnis penting secara berkelanjutan, di antaranya pengembangan bio gass plant, pembangunan dan pengembangan pabrik PKO serta menambah lahan melalui unorganic akuisisi. Asal tahu saja, performance kinerja keuangan perseroan juga masih positif. Di mana secara pendapatan juga akan meningkat, bersamaan dengan jumlah produksi yang dihasilkan. Sebagai informasi, untuk buku 9 bulan 2021, perseroan membukukan EBITDA margin sebesar 40%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)