Share

Telkom (TLKM) Akan Bangun Satelit Baru Rp3,8 Triliun, Kucurkan Pinjaman ke Anak Usaha

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 278 2574838 telkom-tlkm-akan-bangun-satelit-baru-rp3-8-triliun-kucurkan-pinjaman-ke-anak-usaha-rRfwrE6dRy.jpg Telkom bangun akan satelit baru Rp3,8 triliun. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah siap memberikan pinjaman atau shareholder loan kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).

Di mana ini menjadi bentuk dukungan pengembangan bisnis anak usaha di bidang satelit.

Untuk rencana pendanaan akan dilakukan melalui equity Telkomsat sebesar 50% dan pinjaman sebesar 50% dengan sebagian besar pinjaman berasal dari shareholder dan sebagian lainnya dari pihak ketiga.

VP Investor Relation Telkom Andi Setiawan mengatakan, kalau dia memberikan shareholder loan kepada Telkomsat untuk mendukung rencana investasi pembangunan satelit high through-put satellite atau HTS.

 BACA JUGA:Selama Ramadan 2022, Telkomsel Prediksi Peningkatan Trafik Data

"Pembangunan satelit diperkirakan membutuhkan dana sebesar kurang lebih Rp3,8 triliun. Dari total kebutuhan tersebut, sekitar Rp1,2 triliun direncanakan dalam bentuk shareholder loan dari Telkom dengan pembayaran bertahap, disesuaikan dengan termin pembayaran kepada mitra kontraktor satelit," jelasnya.

Dia menyebut pemberian shareholder loan yang sudah dilakukan antara lain pada November dan Desember 2021, serta Maret 2022, dengan jumlah total sebesar Rp750 miliar.

Di mana pemberian shareholder loan tahap selanjutnya akan menyesuaikan dengan perkembangan pembangunan satelit. Saat ini, syarat dan ketentuan shareholder loan ke Telkomsat ini memiliki tenor selama 7 tahun dengan grace period 3 tahun dan bunga sebesar JIBOR 3 bulan ditambah 2,5%.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Pada masa pembangunan dan peluncuran satelit diperkirakan memakan waktu sampai dengan 3 tahun, dan diharapkan satelit dapat mulai beroperasi pada tahun 2024. Disebutkan, rencana pengadaan satelit dilakukan dalam rangka penambahan kapasitas satelit nasional berbasis teknologi HTS untuk melengkapi portofolio Telkom Group.

Lalu, untuk memperkuat infrastruktur digital connectivity agar lebih kompetitif dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar satelit Indonesia yang diperkirakan masih tinggi di masa mendatang.

Dia memastikan investasi pembangunan satelit ini akan memperkuat kepemimpinan Telkomsat dalam industri satelit dan meningkatkan dominasi dan market share Telkomsat di bisnis satelit di Indonesia.

Sehingga, tahun ini Telkom menargetkan pendapatan tumbuh sekitar 5% hingga 6%. Menjaga profitabilitas pun menjadi indikator penting dalam mempertahankan benchmark perseroan di kancah global.

 BACA JUGA:Telkom (TLKM) Siap Kerja Sama Digital Bareng MNC Group

Dia pun menjelaskan kalau pertumbuhan tersebut seiring dengan banyaknya tantangan yang akan dihadapi perseroan seperti pandemi Covid-19 yang belakangan kembali naik dan penerapan restriksi atau PPKM di beberapa daerah yang akan berpengaruh pada operasional di lapangan.

"Kami tentu mengantisipasinya dengan mamanfaatkan channel-channel digital seperti My Telkomsel atau My Indihome untuk melakukan kegiatan marketing ," tegasnya.

Sebagai informasi, emiten dengan kode saham TLKM ini juga akan fokus mempertahankan profitabilitas, terutama margin EBITDA di kisaran 50%, mengingat hal itu menjadi indikator paling penting.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini