Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Merosot Imbas Sanksi Ekspor Energi dari Rusia

Antara , Jurnalis-Jum'at, 08 April 2022 |07:48 WIB
Harga Minyak Merosot Imbas Sanksi Ekspor Energi dari Rusia
Minyak mentah merosot. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Minyak jatuh pada akhir pedagangan, di mana minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni terpangkas 49 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap di 100,58 dolar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei berkurang 20 sen atau 0,6 persen, menjadi ditutup di 96,03 dolar AS per barel.

Akibatnya, menambah kerugian mingguan di tengah ketidakpastian bahwa zona euro akan dapat secara efektif memberikan sanksi ekspor energi Rusia dan setelah negara-negara konsumen mengumumkan pelepasan besar minyak dari cadangan darurat.

Lalu, pada sesi sebelumnya, kedua kontrak acuan anjlok lebih dari 5,0 persen ke level penutupan terendah sejak 16 Maret.

Kemudian, harga juga tertekan oleh kekhawatiran bahwa penguncian di China karena gelombang baru Covid-19 akan memperlambat pemulihan permintaan minyak.

 BACA JUGA:Daftar Perusahaan yang Beli Minyak Mentah dari Rusia, Pertamina Menyusul?

Diketahui, Diplomat top Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan pada pertemuan NATO bahwa langkah-langkah baru Uni Eropa, termasuk larangan batu bara Rusia, dapat disahkan pada Kamis (7/4/2022) atau Jumat dan blok tersebut akan membahas embargo minyak berikutnya.

Sayanya, larangan batu bara akan berlaku penuh mulai pertengahan Agustus, sebulan lebih lambat dari yang direncanakan semula.

"Tidak ada yang mau menggigit peluru dan sanksi energi Rusia, yang menopang pasar," kata Direktur energi berjangka di Mizuho, Bob Yawger, Jumat (8/4/2022).

Sedangkan di India telah melanjutkan pembelian impor minyak mentah Rusia yang didiskon, mendorong apa yang diperkirakan para analis akan kehilangan 2-3 juta barel per hari minyak Rusia dari pasar global.

"Meskipun kerugian seperti itu masih mungkin terjadi setelah kontrak bergulir dan kebutuhan kilang atau penyimpanan yang diperlukan India terpenuhi, perkembangan seperti itu masih bisa berminggu-minggu jika tidak beberapa bulan lagi," kata Presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois, Jim Ritterbusch.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement