Share

Cegah Antrean Panjang Beli BBM, Ini Pesan Menteri ESDM ke SPBU

Suparjo Ramalan, iNews · Sabtu 09 April 2022 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 09 320 2576064 cegah-antrean-panjang-beli-bbm-ini-pesan-menteri-esdm-ke-spbu-pMqYL298gC.jpeg Ilustrasi BBM. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif memberikan sejumlah masukan kepada petugas maupun pengelola SPBU agar tidak terjadi kelangkaan dan antrean panjang dalam pengisian BBM.

Sebelumnya, dalam tinjauan ke sejumlah SPBU di Kaltim dan Kalsel, Arifin mendapatkan informasi langsung dari supir truk terkait antrian selama pembeliaan solar.

"Mereka rela beli solar eceran harga Rp10.000 per liter meski di SPBU lebih murah hanya sekitar Rp5.000, yang penting tidak antri," jelasnya, dikutip dari laman resmi laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu (9/4/2022).

 BACA JUGA:Harga BBM Shell Naik Jadi Rp16.500/Liter, Cek Daftar Lengkapnya

Untuk mencegah hal tersebut terulang kembali, ada beberapa hal yang disampaikan Arifin ke para petugas SPBU.

Pertama, selang nozle pada dispenser SPBU agar diganti yang lebih panjang supaya mempercepat proses pengisian BBM dari satu jalur menjadi dua jalur.

"Kedua, model dispenser SPBU agar dimodernisasi sehingga proses pengisian tidak memerlukan waktu yang lebih lama. Misal untuk pengisian 80 liter cukup dilakukan dalam waktu 3 menit," bebernya.

Ketiga, layout dispenser disesuaikan dengan model tangki truk yang mayoritas di sebelah kanan.

Selanjutnya, disegerakan pembelian Solar menggunakan kartu kendali.

"Penindakan tegas harus dilakukan juga termasuk memberikan larangan truk yang tidak berhak menggunakan BBM solar subsidi dengan menempel imbauan di SPBU sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat," ungkapnya.

Terakhir, Arifin menyarankan pencantuman harga subsidi dari Pemerintah di setiap bukti pembelian BBM bersubsidi. per liter.

 BACA JUGA:Harga BBM Shell Naik Lagi Jadi Rp16.500/Liter! Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Rinciannya

Arifin kembali menekankan bahwa BBM bersubsidi harus terus diawasi.

Sehingga peruntukkannya sesuai dengan yang sudah diamanatkan, tujuannya agar dipergunakan untuk membangun ekonomi.

"Kalau (penyaluran BBM bersubsidi) itu bisa dikontrol maka dana subsidi bisa dipergunakan untuk pembangunan ekonomi negara kita, jadi karena itu kita meminta kesadaran semua pihak untuk menggunakan BBM yang memang sesuai dengan peruntukannya," harapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini