Share

KPPU Bakal Panggil 10 Perusahaan soal Dugaan Kartel Minyak Goreng, Berikut Daftarnya

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 11 April 2022 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 320 2577190 kppu-bakal-panggil-10-perusahaan-soal-dugaan-kartel-minyak-goreng-berikut-daftarnya-HzkcDPzAmQ.jpg KPPU Bakal Panggil 10 Perusahaan soal Dugaan Kartel Minyak Goreng (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggil 10 perusahaan dalam kasus dugaan pelanggaran minyak goreng (migor). Panggilan tersebut akan dilakukan dalam pada 14 April-19 April 2022.

"Ada beberapa yang akan kami undang. Perusahaan pengemasan minyak goreng, produsen, dan distributor. Jadi ada 10 perusahaan yang akan kami mintai keterangan," kata Direktur Investigasi KPPU Gopprera Panggabean dalam konferensi pers, Senin (11/4/2022).

Baca Juga: KPPU Sudah Temukan Bukti soal Kartel Minyak Goreng, Kenapa Belum Diungkap?

Adapun 10 perusahaan tersebut adalah PT FMS, PT JS, PT EUP, PT MNS, PT SB, PT NPL, PT AMR, PT, SDS, PT AJW, PT Asianagro Agungjaya.

Terkait dengan produsen, lanjut Gopprera, jika tidak menghadiri panggilan, maka akan diumumkan ke publik. Namun, pihaknya berharap pihak-pihak yang dipanggil dapat kooperatif sehingga proses penyelidikan bisa segera didapatkan hasil.

"Jika tidak hadir akan kami umumkan. Kami berharap semua pihak dapat kooperatif untuk memberikan keterangan maupun menyampaikan data dan dokumen sesuai yang kami minta sebagai bahan penyelidikan," katanya,

"Nanti, semua data akan kami kumpulkan. Di situ kami lihat apakah cukup atau tidak cukup bukti," sambung Gopprera.

 

Sebelumnya, KPPU telah memulai penyelidikan atas kasus dugaan pelanggaran minyak goreng (migor) sejak 30 Maret 2022.

Berawal dari penelitian perkara inisiatif KPPU tentang Dugaan Pelanggaran UU No 5/1999 terkait Produksi dan Pemasaran Crude Palm Oil (CPO/ minyak sawit mentah) dan minyak goreng di Indonesia.

Gopprera menyampaikan, selama penelitian, pihaknya telah memanggil 21 produsen minyak goreng, namun hanya 16 yang hadir, sedangkan 5 lainnya tidak.

Kemudian, kata dia, KPPU menemukan alat bukti dugaan pelanggaran pasal 5, 11, dan 19 huruf c UU No 5/1999. Bahwa terjadi oligopoli struktur pasar migor nasional, dengan dugaan penetapan harga dan pengaturan produksi.

Menurut Groppera, dalam proses penyelidikan periode 6-8 April 2022, telah dipanggil 9 perusahaan. Dimana hanya PT WT dan PT PMI yang hadir sebagai pihak yang diminta keterangan.

"Ada alasan mereka nggak hadir, akan kita agendakan pemanggilan berikut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini