“Penerapan efisiensi pada kegiatan operasi terbukti meningkatkan kinerja finansial perusahaan, yaitu laba bersih sepanjang 2021 mencapai USD26,92 juta atau naik 19,62% dari realisasi laba bersih 2020 yang tercatat USD22,50 juta,” jelasnya.
Pada tahun ini, Samindo memasang target laba bersih moderat, yaitu sama seperti proyeksi 2021 sebesar USD12 juta, sembari berharap pendapatan akan meningkat.
Untuk tada tahun lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan USD120,16 juta atau turun 9,13% dari tahun sebelumnya yang mencapai USD132,24 juta.
BACA JUGA:IATA Targetkan Produksi Batu Bara Capai 4,5 Juta Ton di 2022
Sebagai informasi, memanasnya konflik antara Rusia dan Ukraina secara perlahan mulai membangkitkan kembali harga batu bara di pasar global, setelah sempat melemah pada 25—29 Maret 2022.
Kini, akibat kondisi itu turut melambungkan HBA hingga menyentuh USD288,40 per ton pada April 2022, dan menjadi level tertinggi sejak 2010 lalu.
Karena sebelumnya, MYOH mengeluarkan dana Rp15 miliar untuk pinjaman kepada anak usaha. MYOH memberikan pinjaman sebesar Rp15 miliar dengan bunga pinjaman 6% per tahun kepada PT Transindo Murni Perkasa (TMP).
Sebagai informasi TMP merupakan anak usaha perseroan dengan kepemilikan lebih dari 99%.
Dilanjut pada transaksi afiliasi dilakukan dalam rangka untuk memenuhi likuiditas anak usaha perseroan dalam melakukan kegiatan operasional. Perseroan sendiri menyatakan tidak terdampak dengan pelarangan ekspor batu bara.
Hal ini lantaran MYOH bergerak pada bidang jasa pertambangan sehingga tidak terdampak secara langsung.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.