Share

Masyarakat RI Dianggap Masih 'Cuek' soal Asuransi, Bagaimana Setelah Ada Pandemi?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 320 2577494 masyarakat-ri-dianggap-masih-cuek-soal-asuransi-bagaimana-setelah-ada-pandemi-cwVs1OZxtM.jpg Ilustrasi asuransi Indonesia. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya asuransi untuk kehidupan masih tergolong rendah. Hal tersebut misalnya dapat dilihat dari kontribusi asuransi terhadap pendapatan domestik bruto.

"Saat ini mungkin masih sekitar 3% - 4%, sedangkan kalau kita lihat di negara maju, kontribusi asuransi terhadap PDB bisa mencapai 15-20%," ujar CO Founder dan COO Qoala, Tommy Martin dalam Power Breakfast IDXChannel, Selasa (12/4/2022).

Tommy mengatakan, pentingnya asuransi sebetulnya dapat dilihat dari adanya pandemi Covid-19 yang melanda masyarakat selama lebih dua tahun ini.

 BACA JUGA:Klaim Asuransi Jiwa Tembus Rp159,4 Triliun di 2021, Ini Rinciannya

"Asuransi disini memiliki peranan sangat penting untuk masyarakat terhadap risiko ini," lanjutnya.

Menurutnya, selama pandemi ini juga mulai terdapat peningkatan kesadaran masyarakat di kota besar terhadap produk-produknya asuransi. Kenaikan tersebut setidaknya mencapai 24% selama 2 tahun dilanda pandemi.

Tommy menjelaskan untuk meningkatkan litersasi masyarakat terhadap produk asuransi ini juga memiliki banyak tantangan.

"Harapannya dari kami itu, kami insure tech itu dapat membantu lah pemahaman masyarakat berhadapan asuransi," sambungnya.

 BACA JUGA:Wapres: Asuransi Syariah Bagian Penting dalam Industri Keuangan Syariah

Tommy menambahkan kalau pemahaman masyarakat untuk menggunakan jasa asuransi cukup berkaitan dengan GDP di suatu negara.

"Kami melihat kemampuan membeli produk asuransi memang itu masih menjadi suatu tantangan, bukan berarti kita tidak bisa melakukan literasi terhadap produk asuransi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini