Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Media Nusantara Citra (MNCN) Raup Laba Rp2,5 Triliun di 2021, Meroket 38%

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Kamis, 14 April 2022 |07:55 WIB
Media Nusantara Citra (MNCN) Raup Laba Rp2,5 Triliun di 2021, Meroket 38%
Laba MNCN (Foto: Okezone/MNCN)
A
A
A

EBITDA

EBITDA MNCN naik sebesar 22% YoY menjadi Rp4.075 miliar di FY-2021 dari Rp3.327 miliar di FY-2020, mewakili margin EBITDA sebesar 42%. Sedangkan pada Q4-2021, Perseroan mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 50% YoY menjadi Rp1.105 miliar dibandingkan Rp736 miliar pada periode yang sama di tahun lalu, dengan marjin EBITDA sebesar 43%. Pertumbuhan EBITDA yang kuat dan berkelanjutan terutama disebabkan oleh pencapaian dominan Perseroan baik dalam rating maupun pangsa pemirsa dalam berbagai genre programming hingga saat ini.

Pangsa Pemirsa

MNCN melanjutkan pencapaian pangsa pemirsanya yang menguat dengan mencapai rata-rata 52,2% di slot Prime-Time dan 44,8% di slot All-Time pada tahun 2021, yang merupakan peningkatan masingmasing sebesar 14,7% dan 8,8% dibandingkan pada tahun 2020.

Perseroan memimpin kinerja industri secara signifikan sepanjang tahun dengan kinerja programming yang gigih dalam berbagai genre dalam industri Media FTA Indonesia yang didukung kuat oleh produksi konten in-house, yang diproduksi oleh PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dan berbagai line-up special program seperti Indonesian Idol, X Factor Indonesia, Master Chef Indonesia, dll.

MNCN mengokohkan posisi dominannya untuk menjadi TV FTA #1 di Indonesia melalui kinerjanya yang mengesankan, sebagai bagian dari komitmen Perseroan untuk menghadirkan program-program terbaik dengan terus meningkatkan kemampuan produksi in-house dan line-up special program kami.

Dalam hal programming, Perseroan berhasil memperoleh 20 programnya sebagai 20 program terbaik pada tahun 2021, yang dapat terlihat dari dominasinya menempati posisi tertinggi di industri dalam 7 genre pemrograman utama, baik program reguler maupun special program, yaitu drama, pencarian bakat, animasi, infotainment, blocking program, berita, dan acara awarding.

Selain itu, program-program berperingkat tertinggi ini adalah konten yang sebagian besar diproduksi oleh produksi in-house MNCN, yang memungkinkan Perseroan untuk lebih memaksimalkan monetisasi iklan melalui iklan non-reguler/kreatif.

Sejalan dengan membaiknya pasar periklanan di Indonesia dan kinerja luar biasa dari program MNCN di televisi FTA-nya, MNCN sekali lagi memimpin pangsa pasar iklan FTA di FY-2021, dengan mencapai 48,5% pangsa pasar belanja iklan di Indonesia dibandingkan dengan 38% di FY-2020.

Selanjutnya, slot Prime-Time masih memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan Perseroan, yang tetap menjadi alasan terbesar mengapa MNCN selalu menonjolkan dan menyusun sebagian besar program berkualitasnya selama periode 4-5 jam tersebut di setiap harinya, yang berkontribusi hingga 56% dari pendapatan MNCN di FY-2021.

Sementara itu, program reguler masih tetap menjadi yang terdepan berdasarkan jenis program dengan mengumpulkan lebih dari 80% pada FY-2021, terutama program drama in-house yang diproduksi oleh MSIN.

Pada jenis periklanan, karena MNCN memproduksi hampir 100% dari program lokalnya, hal ini memungkinkan Perseroan untuk terus menempatkan iklan di dalam program dalam bentuk built in, iklan virtual, squeeze frame, dll. Oleh karena itu, non-reguler/kreatif iklan telah memberikan kontribusi hampir seperempat dari pendapatan non-digital Perseroan.

"Bisnis FTA MNCN terus memperkokoh posisinya sebagai pemain no. 1 di Indonesia, dengan dominasi pasar baik dalam hal pangsa pemirsa, rating, dan belanja iklan di TV FTA selama bertahun-tahun, berhasil mengarahkan bisnis menuju rekor nasional baru dalam hal pangsa pemirsa untuk beberapa judul konten terbaiknya, terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi," ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Kamis (14/4/2022).

Selanjutnya, langkah strategis untuk memisahkan bisnis FTA tradisional dan live studio menjadi satu vertikal bisnis dan untuk mengkonsolidasikan dan memfokuskan semua konten dan inisiatif digital ke dalam vertikal bisnis kedua, sehingga kini membentuk landasan digital yang kokoh bagi Perseroan untuk memanfaatkan berbagai segmentasi yang berbeda dan didukung dengan keahlian dan inovasi berbasis data. 

"Hal ini agar kami dapat tetap menjadi yang terdepan dalam melayani kebutuhan perilaku konsumen yang terus berubah, dan kebutuhan pengiklan untuk memasarkan produk mereka kepada konsumen di berbagai platform, melalui beberapa layanan secara otomatis (automation dan AI) dan cara yang disesuaikan (menggunakan data dan analitik untuk mendorong penggunaan melalui personalisasi dan rekomendasi); yang sebagai imbalannya akan semakin memperkuat nilai pemegang saham kami," ungkapnya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement