Share

Kacau! Perang Rusia-Ukraina Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Jum'at 15 April 2022 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 15 320 2579433 kacau-perang-rusia-ukraina-perlambat-pertumbuhan-ekonomi-dunia-CmyE7350xp.jpg Dampak Perang terhadap Pemulihan Ekonomi Dunia. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Perang mengakibatkan keretakan dalam sistem internasional ketika kerjasama global merupakan satu-satunya solusi. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menilai bahwa perang Rusia dengan Ukraina Perang di Ukraina melemahkan pemulihan secara global, memperlambat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan di sebagian besar negara di dunia.

Selain tragedi kemanusiaan dan krisis ekonomi, perang mengakibatkan keretakan dalam sistem internasional ketika kerjasama global merupakan satu-satunya solusi.

Baca Juga: Dampak Mengerikan dari Perang Rusia-Ukraina, Ekonomi Berantakan hingga Harga Barang Naik

Perang melanda ketika dunia sedang berjuang untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19 yang terus berlanjut dan juga percepatan inflasi yang merugikan selama dua tahun terakhir.

"Secara sederhana, kita menghadapi krisis demi krisis," kata Georgieva dalam sebuah pidato menjelang pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia, dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (15/4/2022).

Baca Juga: Bak Roller Coaster, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Global Pulih tapi Tak Merata

"Konsekuensi ekonomi dari perang yang menyebar dengan cepat dan jauh itu ke negara tetangga dan sekitarnya, paling keras menghantam orang-orang yang paling rentan di dunia," katanya.

Keluarga dan rumah tangga berjuang menghadapi harga energi dan makanan yang lebih tinggi dan "perang telah membuat keadaan jauh lebih buruk."

IMF akan merilis perkiraan ekonomi yang diperbarui pada Selasa mendatang, dimana Georgieva menilai badan itu akan menurunkan lebih jauh perkiraan pertumbuhan globalnya, yang sebelumnya sudah dikurangi menjadi 4,4 persen pada Januari lalu.

"Sejak itu, prospek memburuk secara substansial, sebagian besar dikarenakan perang dan akibatnya," dan 143 negara akan menyaksikan peringkat mereka diturunkan.

Sementara sebagian besar masih akan mencapai pertumbuhan positif, masa depan akan menjadi "sangat tidak pasti," ia memperingatkan pada kesenjangan yang mendalam antara negara kaya dan negara miskin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini