Share

Tips Bangun Usaha, Pilih Pasar yang Sudah Siap atau Bangun Market Baru?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 18 April 2022 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 455 2581043 tips-bangun-usaha-pilih-pasar-yang-sudah-siap-atau-bangun-market-baru-KjZPiKB0Yn.jpg Podcast Aksi Nyata Perindo. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Pemilihan pasar menjadi hal yang penting ketika merintis sebuah usaha. Ada pasar atau market yang memang sudah terbentuk dari banyak model usaha yang sama, namun ada juga pasar yang belum tergarap dan sebetulnya berpotensi.

"Tinggal pilih market yang sudah siap atau harus membangun market," ujar Brand Manager, Rafi Saztura dalam Poadcast Aksi Nyata Perindo, Senin (18/4/2022).

Baca Juga: Ini Sumber Kekayaan Joko Suranto, Pernah Jualan Koran Kini Jadi Crazy Rich Grobogan

Rafi mengatakan, ketika seorang owner memilih market yang sudah terbentuk untuk membangun sebuah usaha maka hal yang perlu dilakukan lebih kompleks untuk membuat sesuatu yanh sedikit berbeda dari kompetitornya.

Sedangkan jika memilih market baru, perlu memikirkan konsep yang unik dan belum ada sebelumnya dari kompetitornya. Hal ini akan menciptakan market baru yang tidak dimiliki oleh model usaha yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga: Kopi NTT Mendunia, Petani Diminta Bergabung ke Koperasi Besar

Menurutnya dalam merintis usaha terutama di sektor FnB (Food and Beverage) pemilihan menu memang menjadi hal mutlak yang harus di kedepankan, namun pemilihan market juga penting disesuaikan.

"Kita mau develop menu yang seperti apa, terus kita mau memilih tempat untuk berjualan juga berpengaruh," sambungnya.

Market yang sudah ada ataupun market yang belum digarap sebetulnya sama-sama memiliki potensi market yang di isi. Tinggal bagaimana seorang enterpreneur membangun brand untuk usahanya.

Rafi mengatakan personal branding dari owner atau pemilik usaha juga penting untuk dibentuk. Karena bagaimanapun pun personal branding sedikit banyak akan membangun kepercayaan untuk para customer meskipun tidak kenal secara dekat.

"Karena bisa dibuka ketika seorang owner sudah punya personal branding sendiri, tentu ketika membangun sebuah bisnis dan si owner itu sudah punya personal branding sendiri maka pelanggan juga sudah punya," pungkas Rafi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini