Pada awalnya hanya satu varian madu saja, tetapi kini telah memiliki 30 jenis varian madu yang ia pasarkan mulai dari madu murni, biasa atau kaliandra, multiflora, madu randu, kelengkeng, klanceng, rambutan dan ada satu varian baru yakni madu bawang lanang untuk pengobatan.
Madu - madu tersebut ia kemas berbeda dengan menggunakan botol kecil dan jerigen kecil dengan ukuran 125 ml hingga 1 kilogram, agar lebih menarik.
"Kami berusaha melakukan pengemasan yang semenarik mungkin menggunakan wadah botol hingga jerigen kecil. Kemudian setelah itu, bagian luarnya kami lapisi dengan plastic wrap agar lebih higienis. Kini sebulan kebutuhan madu kami mencapai 3 ton. Kebutuhan sebanyak itu dipenuhi dari mitra peternak," jelasnya.
Produk itu ia pasarkan melalui marketplace dan dijual secara online. Hasilnya kini dari di salah satu marketplace saja bisa mencapai 200 botol pesanan setiap harinya.
Pasar terbesar dari Sarang Maduku sejauh ini masih banyak di Pulau Jawa. Meski Doni juga menyebut bahwa ada juga beberapa kali pesanan ke luar Pulau Jawa.
"Harga paling murah mulai Rp18.000 untuk ukuran paling kecil hingga Rp240.000 untuk yang 1 kilogram. Omzet kami juga meningkat pesat sejak bergabung ke marketplace seperti Shopee. Pada saat awal memulai omzet bulanan kisaran Rp9 juta, kemudian naik hingga 500 persen," tandasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.