Share

Targetkan 39 Juta Ton Batu Bara, Bayan Resources Siapkan Belanja Modal Rp3,5 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 278 2582812 targetkan-39-juta-ton-batu-bara-bayan-resources-siapkan-belanja-modal-rp3-5-triliun-mJpkN8fZ5G.jpg Bayan Resource tak patok target tinggi produksi batu bara (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menetapkan target produksi tahun ini, tak banyak berubah dari target tahun lalu. Berdasarkan laporan panduan perusahaan untuk 2022, perseroan menargetkan produksi batu bara pada 2022 sebanyak 37 juta - 39 juta ton.

Jumlah ini hampir sama dengan target tahun lalu sebanyak 38 juta ton. Selain itu, Bayan Resources memperkirakan akan meraup pendapatan antara USD3,2 miliar - USD3,4 miliar sepanjang 2022.

Hal ini mempertimbangkan rata-rata harga jual (ASP) di kisaran USD85 - USD90 per metrik ton (MT)dan dengan harga rata-rata di pasar Newcastle sekitar USD220 per ton. Biaya tunai diperkirakan akan berada di kisaran USD33 - USD36 per ton, sehingga Ebitda tahun ini diperkirakan bisa mencapai antara USD2 miliar - USD2,1 miliar.

Perseroan juga menetapkan anggaran belanja modal atau capex tahun ini di kisaran USD220 juta - USD250 juta. Perinciannya, sekitar USD121,9 juta akan digunakan untuk konstruksi Coal Haul Road ke Mahakam sejauh 101 km. Kemudian, sekitar USD45,8 juta akan digunakan untuk proyek besar lainnya termasuk ekspansi stockpile BCT dan conveyor baru. Selain itu belanja modal juga disiapkan untuk membangun infrastruktur dan pendukung usaha lainnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Sebelumnya di awal tahun 2022, perseroan melakukan transaksi afiliasi dengan anak usaha, yakni PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP) senilai Rp77,64 miliar. Transaksi tersebut dilakukan dengan membeli tanah GBP seluas 1,41 juta m2 di Kutai Barat dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur beserta seluruh bangunan di atasnya senilai Rp20,03 miliar.

Selain itu, perseroan juga membeli peralatan untuk kegiatan pertambangan berupa bulldozer, excavator, wheel loader, genset, dan beberapa mesin lainnya senilai Rp50,61 miliar. Disebutkan, aset berupa tanah dan bangunan, serta peralatan tersebut dibeli secara tunai oleh perseroan sejumlah Rp77.649.000.000 yang dananya seluruhnya berasal dari kas perseroan. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, mengingat BYAN memiliki saham GBP secara tidak langsung melalui PT Metalindo Prosestama sebesar 92,75%.

GBP juga dikendalikan oleh sejumlah direksi yang sama dengan BYAN, yaitu Dato Low Tuck Kwong sebagai Direktur Utama Bayan Resources dan GBP, Lim Chai Hock sebagai Direktur kedua perusahaan, dan Jenny Quantero sebagai Direktur Perseroan dan GBP. Perseroan menyebutkan, transaksi ini bermandaat mendukung kegiatan operasional perseroan, dan untuk mencapai target proyeksi keuangan perseroan dan anak usahanya.

Untuk diketahui, Dato Low Tuck Kwong menguasai sebanyak 55,16% porsi saham BYAN, PT Sumber Surya Prima mengempit 10%, Engki Wibowo punya 5,96% dan sisanya dikuasai masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini