Share

Sikap Sri Mulyani soal Aksi Walk Out AS hingga Inggris di Pertemuan G20

Antara, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 320 2582643 sikap-sri-mulyani-soal-aksi-walk-out-as-hingga-inggris-di-pertemuan-g20-7X26N3UM33.jpg Aksi walk out warnai pertemuan G20 saat perwakilan Rusia berbicara (Foto: Instagram)

JAKARTA – Aksi walk out mewarnai Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 ke-2. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan G20 tetap menjaga kerja sama dan multilateralisme meski Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) hingga Inggris melakukan aksi walk out.

“Menariknya meski dalam hal ini ada kecaman keras terkait perang di Ukraina oleh Rusia namun semua anggota justru mendasari perlunya kita untuk terus menjaga kerja sama G20 dan pentingnya multilateralisme,” katanya, Kamis (21/4/2022).

Beberapa Menteri Keuangan yaitu dari AS, Kanada dan Inggris melakukan aksi walk out sebagai bentuk protes atas kehadiran delegasi Rusia dalam FMCBG ke-2 Presidensi G20 Indonesia yang diselenggarakan di Washington D.C., Amerika Serikat.

Sri Mulyani mengaku sebenarnya G20 telah memahami beberapa skenario mengenai sikap negara G7 dalam merespons kehadiran Rusia termasuk intervensi yang dilakukan oleh mereka.

Oleh sebab itu, hal tersebut tidak mengagetkan bahkan aksi walk out ini tidak mengganggu atau menimbulkan masalah terhadap berlangsungnya diskusi.

Dia mengatakan dengan adanya negara-negara yang diundang termasuk Ukraina dan organisasi internasional maka pandangan mengenai risiko ekonomi global dapat diakomodasi dengan baik.

“Jadi dalam hal ini ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Apalagi bagi kita sebagai ketua sudah dilakukan tanpa mengganggu atau menimbulkan masalah dalam pembahasan kita,“ jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, kehadiran Ukraina dan Rusia seharusnya menjadi momentum yang baik karena dapat dibicarakan secara terbuka oleh semua anggota. Hal itu dilakukan agar para anggota G20 mampu mengatasi masalah yang secara sistematis penting bagi perekonomian global termasuk mengenai konflik antara Rusia dan Ukraina.

Terlebih lagi, global belum selesai dengan situasi pandemi sehingga pemulihan masih sangat rapuh dan sangat awal yang kemudian juga ditekan oleh terjadinya gangguan pasokan.

Konflik Rusia dan Ukraina pun memperburuk keadaan dengan meningkatnya harga energi, makanan, pupuk dan bahan baku termasuk komoditas mineral.

Sri Mulyani menegaskan berbagai tantangan tersebut menciptakan tugas yang sangat menantang bagi pembuat kebijakan dalam mendukung proses pemulihan di tengah peningkatan inflasi secara cepat di banyak negara.

“Menurut saya yang lebih menarik, semua anggota melihat G20 adalah forum yang sangat penting, forum kerja sama ekonomi utama untuk kita mendiskusikan baik dalam hal perlombaan maupun berkoordinasi dan berkolaborasi bersama,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini