Share

Tersangka Minyak Goreng Terungkap Bikin Pengusaha Resah

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 320 2582670 tersangka-minyak-goreng-terungkap-bikin-pengusaha-resah-Lw29q6RpdL.jpg Pengusaha Tanggapi soal Penetapan Tersangka Minyak Goreng. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mengungkapkan pasca-ditetapkan tersangka minyak goreng oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), pengusaha menjadi takut melanjutkan program penyaluran mingak goreng subsidi.

Bahkan, beberapa industri minyak goreng yang menjadi anggota GIMNI menyampaikan ketakutannya dan mengatakan ingin mundur.

Baca Juga: Intip Bisnis Martua Sitorus, Raja Sawit di Balik Bisnis Wilmar Berharta Rp42 Triliun

"Produsen takut untuk mengikuti program migor curah bersubsidi setelah adanya persoalan hukum ini," ungkap Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, Kamis (21/4/2022).

Dari kaca mata Sahat, sempat ada keresahan dari anggota GIMNI, pasca penetapan 4 tersangka oleh Kejaksaan Agung berkaitan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya.

Baca Juga: Jokowi Akui Ada Permainan soal HET Minyak Goreng Curah

Namun, Sahat tetap bersiteguh mendukung program pemerintah dengan meminta 36 anggota GIMNI supaya tetap terus memproduksi minyak goreng. Karena data mereka sudah tercatat di SIINAS (Sistem Informasi Industri Nasional ) dan SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah) Kementerian Perindustrian.

"Mereka saya minta tidak perlu takut, asalkan berjalan sesuai regulasi dan aturan pemerintah. Dan kalau tak ikut nanti kita bisa dicap menjalankan boikot terhadap program migor curah bersubsidi ini," terang dia.

Sehubungan dengan kasus yang sedang terjadi, GIMNI tetap menyerahkan sepenuhnya persoalan hukum yang menimpa anggotanya kepada pihak Kejaksaan Agung dan dengan aturan hukum yang berlaku.

"GIMNI akan kooperatif dan memberikan perhatian penuh atas kasus ini," tutur Sahat.

Tambah Sahat, dirinya juga menghimbau kepada anggotanya agar tetap fokus menjalankan tanggung jawab untuk memenuhi target penugasan pemerintah. Terlebih sebentar lagi memasuki lebaran, diharapkan tidak ada masalah dalam proses pengerjaan yang dilakukan industri minyak goreng.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini