Share

Naik 1,4%, Minyak Brent Dipatok USD108/Barel

Antara, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 320 2583227 naik-1-4-minyak-brent-dipatok-usd108-barel-Dxg2ePbbX2.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Kamis, didorong kekhawatiran pengetatan pasokan karena Uni Eropa (UE) mempertimbangkan larangan impor minyak Rusia. Sikap tersebut akan membatasi perdagangan minyak di seluruh dunia.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni bertambah USD1,53 atau 1,4% menjadi USD108,33 per barel. Sebelumnya Brent mencapai level tertinggi di USD109,80.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni terangkat USD1,60 atau 1,6% menjadi USD103,79 per barel. Sebelumnya WTI mencapai tertinggi USD105,42.

Baca Juga: Minyak Brent Meroket di Tengah Pemadaman Kilang di Libya

Pembeli juga bereaksi terhadap gangguan yang sedang berlangsung di Libya. Kehilangan produksi minyak lebih dari 550.000 barel per hari karena blokade di ladang utama dan terminal ekspor.

"Ini tidak semudah perdagangan seperti beberapa minggu lalu. Anda harus mengambil risiko lebih banyak, dan itu mungkin dirancang dengan dana lindung nilai dan dana algo ini diperdagangkan lebih banyak," ujar Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Jumat (21/4/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Meroket karena Larangan Impor Minyak Rusia

Brent telah naik hampir 8,0% dalam tujuh hari perdagangan terakhir, tetapi reli datang dengan kecepatan lambat, tidak seperti hiruk-pikuk yang menyertai pergerakan pada akhir Februari ketika Rusia menginvasi Ukraina dan juga pada pertengahan Maret.

Kemudian pasar sedikit menjual setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa Uni Eropa perlu berhati-hati tentang larangan total impor energi Rusia karena kemungkinan akan menyebabkan harga minyak melonjak.

Uni Eropa masih mempertimbangkan larangan seperti itu atas invasi Rusia ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus" untuk demiliterisasi tetangganya.

Pedagang juga mengutip komentar dari pejabat Federal Reserve yang menyatakan jalur agresif untuk meningkatkan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang. Itu bisa menghambat pertumbuhan, mengurangi permintaan produk energi.

Ekspor minyak mentah AS naik menjadi lebih dari 4 juta barel per hari pekan lalu, sebagian mengimbangi kehilangan minyak mentah Rusia yang terkena sanksi dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini